Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan, menjaga, dan melestarikan seni tradisi lisan Onang-Onang sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat. Festival juga menjadi ruang bagi para pelaku seni dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi tersebut.
Ketua Pengusul, Dedi Zulkarnain, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah. Menurutnya, pelestarian tradisi membutuhkan ruang bagi pelaku seni untuk terus berkarya sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal dan mempelajarinya.
Baca Juga: Geger! Pria Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Kontrakan di Sidimpuan
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dari tokoh masyarakat Mangaraja Oloan harahap, yang memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival. Dukungan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan seni tradisional agar tetap dikenal dan memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
Setelah itu penyampaian selanjutnya dilakukan oleh Ketua perkumpulan seni lubuk raya Abdul Kholik Dalam kesempatan tersebut menyampaikan, para pelaku seni menegaskan komitmen untuk mempertahankan dan mengembangkan Onang-Onang sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, serta filosofi dalam kehidupan masyarakat.
Festival tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan makna yang terdapat dalam tradisi Onang-Onang. Melalui lantunan dan syair, Onang-Onang memuat pesan, ungkapan, nasihat, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Suasana pelaksanaan festival semakin menarik dengan pemilihan halaman Agrowisata Alam Lubuk Raya sebagai lokasi kegiatan. Lingkungan yang berada di kawasan asri tersebut berpadu dengan pertunjukan seni tradisional, sehingga memberikan suasana yang mendukung masyarakat untuk menyaksikan sekaligus mengenal seni budaya lokal.
Baca Juga: 4 Remaja Lakantas di Padangsidimpuan, 1 Meninggal Dunia
Juara 1 diraih oleh Mahotri Harahap dan Tiara Fitriani. Juara 2 diraih oleh Rangga Ahmad Fahelfi dan Nur Ajijah Harahap. Sementara Juara 3 diraih oleh Aidil Syarif Harahap dan Anggita Naysila.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap para peserta yang turut berperan dalam menghidupkan seni tradisi Onang-Onang melalui penampilan mereka.
Pelaksanaan Festival Pagelaran Karya Seni Tradisi Lisan Budaya Onang-Onang di Desa Simapil Mapil diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan seni tradisional. Bagi generasi muda, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus mendorong tumbuhnya rasa bangga terhadap budaya daerah.
Baca Juga: Tekankan Pelayanan Humanis, Kapoldasu Resmikan Polres Padang Lawas Utara
Festival ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pengusul kegiatan, tokoh masyarakat, perkumpulan seni, pelaku budaya, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi Onang-Onang. Dengan dukungan berbagai pihak, seni tradisi lisan tersebut diharapkan dapat terus dipelajari, dipentaskan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(Rif)