272 Bencana Terjang Sumut Januari-Juli 2026, Cuaca Ekstrem dan Longsor Mendominasi

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, salah satu daerah yang paling sering dilanda bencana di Sumatera Utara sepanjang 2026.
Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, salah satu daerah yang paling sering dilanda bencana di Sumatera Utara sepanjang 2026.

MEDAN, METRODAILY – Provinsi Sumatera Utara dilanda 272 bencana sepanjang Januari hingga Juli 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut menunjukkan cuaca ekstrem menjadi bencana paling dominan, disusul tanah longsor dan banjir.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan ratusan kejadian tersebut tersebar di 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

"Berdasarkan catatan, sebanyak 272 bencana terjadi di Sumatera Utara sejak Januari hingga Juli 2026," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Sidang Korupsi Bansos Banjir Samosir, Eks Kadinsos Disebut Terima Fee Rp179 Juta

Data BPBD mencatat 95 kejadian cuaca ekstrem, 75 tanah longsor, dan 67 banjir. Selain itu, terjadi 32 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dua kejadian kekeringan, serta satu bencana nonalam.

Deli Serdang Terbanyak

Dari sisi wilayah, Kabupaten Deli Serdang menjadi daerah dengan jumlah bencana terbanyak, yakni 30 kejadian.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Dairi dengan 19 kejadian, Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 17 kejadian, serta Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 16 kejadian.

Selanjutnya, Kota Gunungsitoli mencatat 15 kejadian, Kabupaten Langkat 14 kejadian, Kabupaten Tapanuli Utara 12 kejadian, serta Kabupaten Pakpak Bharat dan Kota Sibolga masing-masing 11 kejadian.

Baca Juga: Pemkab Tapteng Gelar Pisah Sambut Dandempom 1/2 Sibolga

BPBD juga mencatat Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Simalungun masing-masing mengalami 10 kejadian bencana. Kota Medan dan Kabupaten Padang Lawas Utara masing-masing sembilan kejadian.

Sementara itu, Kota Binjai dan Kabupaten Nias Selatan masing-masing mengalami tujuh kejadian. Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Kota Pematangsiantar masing-masing enam kejadian.

Adapun Kabupaten Batu Bara dan Serdang Bedagai mencatat lima kejadian, Kota Tanjungbalai empat kejadian, Kabupaten Asahan dan Labuhanbatu Selatan masing-masing tiga kejadian, Kabupaten Nias Utara dua kejadian, serta Kabupaten Nias Barat dan Kota Tebing Tinggi masing-masing satu kejadian.

Baca Juga: Pemkab Taput Siapkan Call Center Pengaduan, Seluruh Aduan Dipantau

BPBD Sumut mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat memicu banjir, longsor, maupun bencana hidrometeorologi lainnya di sejumlah wilayah. (net)

Editor : Editor Satu
longsor bencana Sumut cuaca ekstrem