Renovasi Makam dr. Djasamen Saragih Diresmikan, Namanya Diabadikan

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:50 WIB
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih dan sejumlah tokoh menghadiri peresmian renovasi makam dr. Djasamen Saragih Sumbayak di Aman Raya, Kabupaten Simalungun.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih dan sejumlah tokoh menghadiri peresmian renovasi makam dr. Djasamen Saragih Sumbayak di Aman Raya, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Renovasi makam tokoh kesehatan Simalungun, dr. Djasamen Saragih Sumbayak, resmi diresmikan di Aman Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (4/8).

Peresmian tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa almarhum yang dikenal sebagai pelopor pelayanan kesehatan di Pematangsiantar dan Simalungun.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Jefra Hasudungan Manurung, tokoh adat, keluarga besar almarhum, serta sejumlah undangan lainnya.

Baca Juga: Penduduk Indonesia Tembus 290,1 Juta Jiwa, Bonus Demografi Jadi Peluang

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh para tokoh yang hadir.

Dalam sambutannya, Wesly Silalahi menegaskan bahwa renovasi makam bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan pengabdian tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

"Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah makam yang telah direnovasi, tetapi sedang memperkuat ikatan sejarah serta mengenang nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian yang diwariskan almarhum dr. Djasamen Saragih," ujar Wesly.

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya dan mampu mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Sekda Siantar Puji Prestasi SMPN 12, Siswa Tampilkan Tarian dan Puisi

Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, Wesly berharap semangat pengabdian dr. Djasamen Saragih terus menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda yang mengabdikan diri di bidang pelayanan publik dan kesehatan.

Warisan Sejarah Simalungun

Cicit almarhum, Patra Saragih Sumbayak, menjelaskan renovasi makam dilakukan sebagai bentuk penghormatan keluarga terhadap sosok yang telah meninggalkan warisan pengabdian bagi masyarakat.

Ia berharap makam tersebut terus dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah dan identitas masyarakat Simalungun.

Baca Juga: Pengedar Sabu Sembunyi di Kamar Mandi, Polisi Sita Paket Narkoba

Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS), Sarmedi Purba, mengingatkan perjuangan menjadi dokter pada era 1930-an bukan perkara mudah karena akses pendidikan kedokteran masih sangat terbatas.

Ia juga mengungkapkan, sekitar tahun 1943 dr. Djasamen Saragih mulai mengabdikan diri di Pematangsiantar dan menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan layanan kesehatan di daerah tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, nama almarhum kini diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.

Baca Juga: AS Roma Pesta Gol, Newport County Dibungkam 4-1 pada Laga Pramusim

Berpotensi Jadi Wisata Sejarah

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menilai keberadaan makam yang telah direnovasi tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada tokoh daerah, tetapi juga memiliki potensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata edukasi.

Menurutnya, situs tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan sejarah tokoh-tokoh Simalungun kepada generasi muda.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Jefra Hasudungan Manurung mengapresiasi inisiatif renovasi makam sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa tokoh yang telah berkontribusi bagi masyarakat.

Baca Juga: Piala Dunia Antarklub 2029 Terancam Batal? Tuan Rumah Belum Ada

Peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol rampungnya renovasi makam dr. Djasamen Saragih Sumbayak.

Diharapkan, makam tersebut menjadi pengingat atas dedikasi dan pengabdian almarhum sekaligus menginspirasi generasi penerus untuk terus berkarya dan melayani masyarakat. (esa)

Editor : Editor Satu
Makam dr. Djasamen Saragih