Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, PVMBG Peringatkan Potensi Erupsi

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Kondisi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo yang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. PVMBG meminta masyarakat menjauhi zona bahaya karena potensi erupsi dan guguran kubah lava masih mengancam.
Kondisi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo yang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. PVMBG meminta masyarakat menjauhi zona bahaya karena potensi erupsi dan guguran kubah lava masih mengancam.

KARO, METRODAILY – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali meningkat. Meski status gunung api tersebut masih berada pada Level II (Waspada), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi tersebut aman.

Pemerintah meminta seluruh aktivitas masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dihentikan di kawasan rawan bencana, terutama dalam radius 2 kilometer dari puncak.

Peringatan itu tertuang dalam Laporan Khusus Nomor 1321.Lap/GL.03/BGL/2026 yang diterbitkan Badan Geologi berdasarkan hasil pemantauan aktivitas Gunung Sinabung hingga 1 Agustus 2026.

Baca Juga: Pengedar Sabu Sembunyi di Kamar Mandi, Polisi Sita Paket Narkoba

Gempa Vulkanik Dalam Meningkat

Dalam laporan tersebut, PVMBG mencatat adanya perubahan pola kegempaan Gunung Sinabung.

Jika sebelumnya aktivitas lebih didominasi gempa tektonik, kini terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam, yang merupakan salah satu indikator adanya pergerakan magma di bawah permukaan gunung.

Selain itu, petugas juga merekam kemunculan gempa hembusan, gempa low frequency, dan gempa hybrid, yang sebelumnya relatif jarang terdeteksi.

Secara visual, kawah Gunung Sinabung masih mengeluarkan asap putih tipis hingga sedang dengan ketinggian 50 hingga 600 meter di atas kubah lava.

Baca Juga: AS Roma Pesta Gol, Newport County Dibungkam 4-1 pada Laga Pramusim

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas di dalam tubuh gunung masih berlangsung dan terus dipantau secara intensif.

Potensi Erupsi dan Guguran Kubah Lava

PVMBG memperingatkan peningkatan aktivitas kegempaan berpotensi memicu erupsi freatik maupun erupsi magmatik.

Apabila tekanan magma terus meningkat, kubah lava di puncak gunung berpotensi runtuh sehingga meningkatkan ancaman bagi kawasan di sekitar puncak.

Baca Juga: Piala Dunia Antarklub 2029 Terancam Batal? Tuan Rumah Belum Ada

Karena itu, rekomendasi yang telah diberlakukan sejak Maret 2024 tetap dipertahankan.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki kawasan dalam radius 2 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Sementara pada sektor selatan hingga timur, zona bahaya diperluas hingga 3,5 kilometer karena memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi terhadap aktivitas vulkanik.

Waspadai Ancaman Banjir Lahar

Selain potensi erupsi, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Al Ittihad Coba Gagalkan Transfer Mohamed Salah ke Trabzonspor, Siapkan Tawaran Fantastis

Material vulkanik yang terbawa aliran air berpotensi mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, khususnya di sektor barat daya.

PVMBG meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga agar setiap perubahan aktivitas dapat dipantau dan direspons secara cepat.

Masyarakat juga diimbau hanya memperoleh informasi dari sumber resmi, seperti aplikasi MAGMA Indonesia dan PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: Infantino Gelar Rapat Darurat FIFA, Desakan Mundur Makin Menguat

Hingga kini, status Gunung Sinabung masih berada pada Level II (Waspada), sebagaimana ditetapkan sejak 17 Mei 2023.

Laporan peningkatan aktivitas tersebut disampaikan atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama. (deo/han/smg)

Editor : Editor Satu
ancaman erupsi gunung sinabung