BATANG TORU, METRODAILY – Di tengah aktivitas pertambangan, PT Agincourt Resources (PTAR) menghadirkan inovasi konservasi berupa arboreal bridge, jembatan tali yang dirancang khusus untuk satwa liar penghuni kanopi hutan.
Fasilitas ini menjadi koridor alami agar satwa arboreal tetap dapat berpindah tanpa harus turun ke permukaan tanah yang berisiko tinggi.
Arboreal bridge dibangun di kawasan Tambang Emas Martabe sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di bentang alam Batang Toru.
Baca Juga: Bekerja Aman Dimulai dari Pelatihan, Ini Strategi PTAR Bangun Budaya Keselamatan Tambang
Jembatan tersebut bukan diperuntukkan bagi manusia, melainkan bagi satwa pemanjat seperti owa, lutung, kukang, beruk, hingga tupai raksasa yang bergantung pada konektivitas tajuk pepohonan untuk mencari makan, berkembang biak, dan mempertahankan wilayah jelajahnya.
Cegah Fragmentasi Habitat
PTAR menjelaskan, pembangunan arboreal bridge bertujuan mengurangi dampak fragmentasi habitat akibat terpisahnya kawasan hutan.
Tanpa koridor penghubung, populasi satwa berisiko terisolasi dalam kelompok-kelompok kecil yang dapat mengganggu keberlangsungan reproduksi serta menurunkan keragaman genetik.
Baca Juga: Hakim Batalkan Status Tersangka, Bripka Yasir Lubis Kembali Kenakan Seragam Polri
Melalui arboreal bridge, satwa dapat berpindah dari satu kawasan hutan ke kawasan lain tanpa harus melintasi area terbuka.
Selain menjaga konektivitas habitat, fasilitas tersebut juga berfungsi untuk:
- Mempermudah pergerakan satwa antarblok hutan.
- Mengurangi potensi konflik antara satwa dan manusia.
- Menjaga konektivitas antarpopulasi satwa liar.
- Mendukung keseimbangan ekosistem hutan Batang Toru.
Delapan Spesies Terekam Kamera
Efektivitas arboreal bridge dipantau menggunakan camera trap yang beroperasi selama 24 jam.
Hasil pemantauan menunjukkan sedikitnya delapan spesies satwa arboreal telah memanfaatkan jembatan tersebut, yakni:
- Owa (Hylobates agilis)
- Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)
- Beruk (Macaca nemestrina)
- Lutung (Trachypithecus cristatus)
- Cekcek (Presbytis sumatrana)
- Kukang (Nycticebus coucang)
- Musang akar Sumatra (Arctogalidia trivirgata)
- Jelarang hitam putih (Ratufa bicolor)
Program arboreal bridge mulai dibangun sejak 2023 dan kini telah tersebar di delapan titik di kawasan Tambang Emas Martabe.
Seluruh koridor satwa tersebut terus dipantau untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung mobilitas satwa liar sekaligus menjadi bagian dari strategi konservasi jangka panjang perusahaan.
Dipresentasikan di Forum Konservasi Dunia
Komitmen PTAR terhadap pelestarian keanekaragaman hayati juga mendapat pengakuan internasional.
Perusahaan menjalin kolaborasi dengan ARRC Task Force IUCN dalam upaya konservasi ekosistem Batang Toru serta mempresentasikan praktik pengelolaan keanekaragaman hayati di IUCN World Conservation Congress 2025 di Abu Dhabi.
Program arboreal bridge menjadi bagian dari implementasi filosofi perusahaan "Living in Harmony", yakni menjalankan kegiatan operasional pertambangan secara selaras dengan upaya pelestarian lingkungan sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, ekosistem, dan negara. (tona/mea)
Editor : Editor Satu