Banjir Tapteng Paksa 150 Warga Mengungsi, Empat Kelurahan Terdampak

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:10 WIB
Warga mengevakuasi diri saat banjir merendam permukiman di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebanyak 150 jiwa terpaksa mengungsi setelah sungai meluap dan menggenangi empat kelurahan di Kecamatan Tukka dan Badiri.
Warga mengevakuasi diri saat banjir merendam permukiman di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebanyak 150 jiwa terpaksa mengungsi setelah sungai meluap dan menggenangi empat kelurahan di Kecamatan Tukka dan Badiri.

TAPTENG, METRODAILY – Banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memaksa 150 warga atau 50 kepala keluarga (KK) mengungsi setelah sungai meluap dan merendam permukiman di dua kecamatan, Senin (3/8/2026).

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sumatera Utara menyebutkan banjir terjadi sejak sekitar pukul 12.00 WIB akibat meluapnya sungai yang melintasi Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan seluruh warga yang terdampak untuk sementara dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga: Delapan Bulan Pascabanjir, Korban Aek Parira Mengaku Belum Terima Bantuan

"Berdasarkan laporan, Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri terlanda banjir. Sebanyak 150 jiwa mengungsi," ujarnya di Medan, Senin (3/8/2026).

Para pengungsi ditempatkan di Gereja HKI Lama, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka.

Empat Kelurahan Terendam

BPBD mencatat banjir merendam empat kelurahan, yakni Kelurahan Sipange, Hutanabolon, Bona Lumban, dan Lopian.

Meski menyebabkan ratusan warga harus meninggalkan rumah, hingga kini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka.

Baca Juga: Polres Sibolga Siaga Karhutla, Cek Drone hingga APAR Hadapi Musim Kering

"Pusdalops mendata korban luka maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut nihil," kata Sri.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait langsung melakukan evakuasi warga serta pendataan dampak bencana di lokasi terdampak.

Selain mengevakuasi masyarakat, petugas juga melakukan asesmen kerusakan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan bagi warga yang terdampak.

Berdasarkan laporan terbaru BPBD Sumatera Utara, kondisi banjir di sejumlah titik mulai menunjukkan penurunan debit air.

Baca Juga: Wamen ESDM Tinjau Sarulla, Proyek Panas Bumi Taput Masuk Prioritas

"Kondisi terkini, berdasarkan laporan, banjir di sejumlah lokasi mulai surut," ujar Sri.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. (net)

Editor : Editor Satu
Banjir tapteng