Delapan Bulan Pascabanjir, Korban Aek Parira Mengaku Belum Terima Bantuan

Editor Satu • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:53 WIB
Salah satu rumah warga di kawasan Aek Parira, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, yang masih mengalami kerusakan delapan bulan setelah banjir bandang.
Salah satu rumah warga di kawasan Aek Parira, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, yang masih mengalami kerusakan delapan bulan setelah banjir bandang.

SIBOLGA, METRODAILY – Delapan bulan setelah banjir bandang menerjang kawasan Aek Parira, Sibolga Julu, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, kondisi para korban disebut masih jauh dari pulih.

Sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak, sementara sisa material banjir masih menumpuk di sekitar permukiman.

Banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 itu mengakibatkan sedikitnya 13 rumah terdampak. Sebagian mengalami kerusakan berat, sedangkan beberapa rumah lainnya hanyut diterjang arus sungai.

Baca Juga: Wamen ESDM Tinjau Sarulla, Proyek Panas Bumi Taput Masuk Prioritas

Kondisi tersebut disampaikan Rossaly Anni Panggabean, yang mengaku melihat langsung situasi di lokasi saat menghadiri acara keluarga di kawasan tersebut, Senin (3/8/2026).

"Sudah delapan bulan berlalu, tetapi rumah-rumah warga masih banyak yang rusak. Batu-batu besar dan balok kayu yang dibawa banjir juga belum dibersihkan. Warga sangat berharap pemerintah dapat melihat kondisi mereka," ujarnya.

Menurut Rossaly, material banjir berupa batu berukuran besar, batang kayu, dan puing-puing masih berserakan di sekitar permukiman sehingga mengganggu aktivitas warga dan menjadi pengingat akan bencana yang terjadi.

Baca Juga: Maling Beraksi di Balige! Empat Rumah Dibobol dalam Dua Pekan

Ia berharap Pemerintah Kota Sibolga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak.

Warga Klaim Belum Terima Bantuan

Keluhan serupa disampaikan Ny Gamal Panggabean br. Simbolon, salah seorang korban banjir. Ia mengaku hingga kini belum menerima bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat bencana tersebut.

Menurutnya, warga tidak hanya membutuhkan bantuan rehabilitasi rumah, tetapi juga pembersihan material banjir yang masih menumpuk di lingkungan tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Joanna Alexandra Menikah Lagi, Tampil Anggun Pakai Gaun Bertema Taman Bunga

"Ada 13 rumah yang rusak dan ada juga yang hilang hanyut terbawa arus banjir yang sangat besar. Kami berharap pemerintah segera membantu karena sampai hari ini belum ada bantuan yang kami terima," katanya.

Selain perbaikan rumah, warga juga mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi dan pembersihan kawasan agar lingkungan kembali aman, bersih, dan layak dihuni.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait tuntutan warga mengenai bantuan rehabilitasi maupun penanganan lanjutan di lokasi terdampak banjir. (net)

Editor : Editor Satu
bantuan perbaikan rumah banjir sibolga