BMKG Perkuat Literasi Kebencanaan dengan Mengedukasi 194 Sekolah

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Cerdas Cermat BMKG 2026 tingkat SMA/MA/SMK se-Sumut di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Diskominfo Sumut)
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Cerdas Cermat BMKG 2026 tingkat SMA/MA/SMK se-Sumut di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Diskominfo Sumut)

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menegaskan penguatan literasi kebencanaan harus dimulai sejak bangku sekolah.

Langkah tersebut dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi muda yang tangguh menghadapi ancaman bencana alam.

Komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat menghadiri babak semifinal dan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) BMKG 2026 tingkat SMA/MA/SMK/sederajat se-Sumut di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Jalan Ngumban Surbakti II Nomor 15, Selasa (4/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Surya juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang sekaligus mengapresiasi konsistensi BMKG dalam membangun budaya sadar risiko bencana melalui jalur pendidikan.

Menurut Surya, Sumatera Utara merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari bencana hidrometeorologi hingga gempa bumi. Karena itu, peningkatan literasi kebencanaan harus menjadi bagian dari proses pendidikan sejak dini.

"Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Utara, merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana alam. Oleh karena itu, membangun budaya sadar risiko bencana harus dimulai sejak usia sekolah melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan literasi sains," ujarnya.

Ia menilai LCC BMKG bukan sekadar kompetisi akademik, tetapi juga menjadi sarana membangun kemampuan berpikir kritis, memperkuat kerja sama, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

"Kompetisi ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah tumbuhnya semangat belajar, kemampuan berpikir ilmiah, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesiapan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," katanya.

Surya juga mengajak seluruh satuan pendidikan terus mengembangkan budaya literasi kebencanaan sehingga sekolah menjadi lingkungan yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan peserta didik yang peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan.

Diikuti 194 Sekolah dari Seluruh Sumut

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemahaman mengenai cuaca, iklim, gempa bumi, serta mitigasi bencana menjadi bekal penting bagi generasi muda, mengingat Sumatera Utara termasuk wilayah rawan bencana.

"Saya bangga melihat kemampuan para peserta. Pengetahuan tentang cuaca, iklim, gempa bumi, dan mitigasi bencana sangat penting agar masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. Meski tidak semua menjadi juara, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menjelaskan, LCC BMKG 2026 diikuti 194 sekolah dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Kompetisi digelar melalui tiga tahapan, yakni penyisihan secara daring, kemudian semifinal dan final secara luring yang diikuti delapan tim terbaik.

Adapun hasil akhir kompetisi:

Pemprov Sumut menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana melalui edukasi dan penguatan literasi kebencanaan. (rel)

Editor : Editor Satu
Literasi kebencanaan bmkg Wagubsu Surya