Bocah 7 Tahun di Angkola Muara Tais Ditemukan Tak Bernyawa dalam Sumur

SAMMAN • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 22:50 WIB
Kepala Desa di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapsel menunjukkan lokasi penemuan jasad anak diduga korban kekerasan, Selasa (4/8/2026). (Samman/MetroDaily)
Kepala Desa di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapsel menunjukkan lokasi penemuan jasad anak diduga korban kekerasan, Selasa (4/8/2026). (Samman/MetroDaily)

TAPSEL, METRODAILY-Seorang anak usia 7 Tahun di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan ditemukan tak bernyawa dalam sumur yang baru digali, Minggu (2/8/2026) siang. Anak perempuan itu diduga merupakan korban kekerasan. 

Dari informasi yang dihimpun pada Selasa (4/8/2026). Korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan RN dan NH. Dan, baru duduk di bangku kelas satu sekolah dasar. 

Jasad anak itu ditemukan dalam sumur yang baru digali, dan berair dengan kedalaman berkisar 2 meter. Sumur itu diperuntukkan bagi rumah yang juga masih dalam proses pembangunan, milik Mry. 

Pada hari penemuan itu, dalam bangunan rumah yang masih setengah jadi ini juga sedang diadakan syukuran. 

"Panaek bungkulon (selamatan saat proses pembangunan), istilahnya," terang orang tua pemilik rumah itu. 

Menurut Anton Putra Bungsu, kepala desa setempat, penemuan jasad anak itu awalnya diumumkan warga selepas waktu salat zuhur. 

"Saya bilang pastikan dulu, udah meninggal atau belum. Rupanya sudah meninggal dunia," terangnya yang mendampingi wartawan menunjukkan tempat kejadian perkara (TKP). 

Jasad anak itu selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pintu Padang. Dan di sana, petugas medis melakukan visum et repertum. Hingga kemudian dilakukan autopsi di RSUD Tapanuli Selatan di Sipirok. 

"Korban sudah dimakamkan pada kemarin (Senin) sore, selepas (salat) Asar," terang Kepala Desa. 

Sementara itu, ayah korban, RN, yang ditemui di rumahnya menyebut, jika korban tidak tidur di rumahnya pada malam sebelum penemuan jasad anaknya itu. 

"Dia di sana (merujuk rumah dekat TKP) tidurnya. Saat ini kami sudah serahkan (proses) semuanya ke polisi," katanya menolak wawancara lebih jauh. 

RN, mengaku masih berduka dan tengah mempersiapkan amal-amalan pasca pemakaman anaknya. Dan belum siap bercerita lebih jauh. 

Sementara itu, pada saat yang sama. Petugas kepolisian dari Polres Tapanuli Selatan mulai mengumpulkan sejumlah warga dan membawanya ke Polsek Batang Angkola untuk dimintai keterangan. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor Desmonth Sitorus belum memberikan tanggapan dari sejumlah pertanyaan yang dilayangkan. Namun, kepada wartawan lain, Bontor menyebut dari autopsi yang dilakukan terhadap tubuh korban, ditemukan bekas tindak kekerasan. (SAN)

Editor : SAMMAN
polres tapsel Kriminal Anak kekerasan anak dan perempuan