150 Warga Mengungsi
TAPTENG, METRODAILY – Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali diterjang banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, Minggu (2/8/2026).
Luapan sungai merendam permukiman di sejumlah titik di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri, memaksa 150 warga atau 50 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat panik dan trauma.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Tapanuli Tengah, banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.03 WIB. Bencana dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan debit sungai meningkat, diperparah luapan air dari tanggul yang sebelumnya jebol pada pertengahan Juli 2026.
Baca Juga: Ulos Tapanuli Utara Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026
Wilayah terdampak paling parah berada di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, di mana air menggenangi permukiman hingga setinggi betis orang dewasa. Warga yang khawatir banjir semakin besar memilih mengungsi ke Gedung Gereja HKI Lama.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Tengah, Erianto Tambunan, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
"Kami sudah melakukan evakuasi dan penempatan sementara bagi 50 kepala keluarga atau 150 jiwa warga Hutanabolon yang mengungsi karena panik dan trauma ke Gedung Gereja HKI Lama," ujarnya.
Baca Juga: Car Free Day Perdana di Sibolga Diserbu Ribuan Warga, Resmi Jadi Agenda Mingguan
Selain permukiman, banjir juga mengganggu akses transportasi. Di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Sungai Lopian meluap dengan ketinggian air mencapai 50–70 sentimeter.
Air merendam badan Jalan Raya Padangsidimpuan–Pandan tepat di depan Simpang Gereja GPDI. Arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat sempat terganggu.
BPBD memastikan personel masih disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi potensi banjir susulan. Meski debit air di sejumlah lokasi mulai berangsur surut, cuaca di kawasan terdampak masih diguyur gerimis sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Baca Juga: Galian C Diduga Ilegal Beroperasi di Perbatasan Laguboti-Balige, Warga Minta Pemkab Bertindak
Titik-Titik Banjir di Tapanuli Tengah
- Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka: Sungai Aek Silaga-laga meluap sekitar pukul 17.03 WIB dan air masuk ke rumah warga. Tidak ada pengungsian.
- Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka: Permukiman terendam hingga setinggi betis akibat luapan tanggul yang sebelumnya jebol. Sebanyak 50 KK (150 jiwa) mengungsi ke Gereja HKI Lama.
- Lingkungan IV Kelurahan Pasar Tukka: Hujan deras menyebabkan genangan di halaman dan sebagian rumah warga sekitar pukul 17.31 WIB.
- Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka: Debit sungai meningkat pada pukul 18.18 WIB, namun permukiman masih dinyatakan aman.
- Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri: Sungai Lopian meluap setinggi 50–70 cm, menggenangi Jalan Raya Padangsidimpuan–Pandan dan mengganggu lalu lintas.
BPBD Terus Siaga
BPBD Tapanuli Tengah terus melakukan pemantauan di seluruh lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan apabila terjadi banjir susulan.
Masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir, diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. (net)
Editor : Editor Satu