Cegah Banjir Terulang di Serbalawan, Pemkab Simalungun Segera Normalisasi Sungai Sikkam

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Sekda Simalungun Mixnon Andreas Simamora meninjau lokasi pascabanjir di Serbalawan sekaligus memastikan percepatan normalisasi Sungai Sikkam sebagai solusi jangka panjang pencegahan banjir.
Sekda Simalungun Mixnon Andreas Simamora meninjau lokasi pascabanjir di Serbalawan sekaligus memastikan percepatan normalisasi Sungai Sikkam sebagai solusi jangka panjang pencegahan banjir.

Bangun Embung dan Kawasan Resapan Air

SERBALAWAN, METRO DAILY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bergerak cepat menyiapkan solusi permanen pascabanjir yang melanda kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Selain menangani dampak darurat, pemerintah memastikan normalisasi Sungai Sikkam segera dilakukan untuk mencegah banjir kembali terjadi.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, saat meninjau lokasi banjir, Sabtu (1/8).

Menurut Mixnon, hasil peninjauan menunjukkan Sungai Sikkam mengalami sedimentasi cukup tinggi sehingga daya tampung air menurun drastis. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab sungai meluap saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: Penumpang Bus Meninggal Saat Transit di Tol Sinaksak, Korban Tiba-tiba Terjatuh

"Langkah pertama yang akan segera dilaksanakan adalah normalisasi Sungai Sikkam," tegas Mixnon.

Ia menjelaskan, pengerukan sedimentasi dan pemulihan fungsi sungai menjadi prioritas agar kapasitas aliran kembali optimal sehingga mampu menampung debit air saat hujan deras.

Bangun Embung dan Kawasan Resapan

Selain normalisasi sungai, Pemkab Simalungun juga menyiapkan pembangunan embung dan kawasan resapan air di sejumlah titik strategis.

Baca Juga: Rumah di Jalan Bahtorop Ujung Siantar Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

Program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PTPN IV Kebun Dolok Ilir, PT Bridgestone, serta kawasan di Kecamatan Tapian Dolok.

Embung dan kawasan resapan diharapkan mampu menahan serta memperlambat aliran air dari wilayah hulu sebelum masuk ke Sungai Sikkam, sehingga lonjakan debit air dapat dikendalikan dan risiko banjir di kawasan permukiman semakin berkurang.

Langkah serupa juga direncanakan di kawasan PLTA Dolok Ilir guna memastikan aliran air tetap terkendali dan tidak memicu genangan di wilayah hilir.

Baca Juga: Pemko Siantar Siapkan Festival Merah Putih, Karnaval hingga Konser

Libatkan BWS dan Tim USU

Untuk memastikan penanganan dilakukan secara tepat, Pemkab Simalungun menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara serta tim konsultan dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Kajian teknis dari kedua lembaga tersebut akan menjadi dasar penyusunan program penanggulangan banjir yang efektif dan berkelanjutan.

"Seluruh program ini dipastikan mulai direalisasikan tahun ini sebagai bentuk komitmen pemerintah melindungi masyarakat," ujar Mixnon.

Dalam kunjungan tersebut, Mixnon didampingi Kepala Pelaksana BPBD Simalungun Budiman Silalahi, Kepala Dinas Kominfo Akbar Putra Siregar, Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar, serta unsur Forkopimca.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Ancam Sumut, BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

Rombongan juga meninjau dapur umum di Kantor Lurah Serbalawan untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi.

Di lokasi, pemerintah turut menyaksikan kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan yang melibatkan TNI, Polri, perangkat daerah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Simalungun Budiman Silalahi menegaskan seluruh personel masih disiagakan untuk mempercepat proses pemulihan.

"Fokus kami mempercepat pembersihan lingkungan, pendataan dampak banjir, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pemantauan cuaca juga terus dilakukan agar jika terjadi kondisi darurat dapat segera ditangani," katanya.

Baca Juga: Pendaftaran TKA 2026 SMA/MA Resmi Dibuka, Simak Jadwal, Syarat, dan Perubahan Terbarunya

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Simalungun Akbar Putra Siregar menegaskan arahan Bupati dan Sekda sangat jelas, yakni penanganan banjir harus diwujudkan melalui aksi nyata.

"Langkah-langkah ini akan dilaksanakan secara bertahap sehingga masyarakat benar-benar merasakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang," ujarnya. (esa)

Editor : Editor Satu
Normalisasi Sungai Sikkam banjir serbelawan pemkab simalungun