TAPTENG, METRODAILY – Setelah sempat mengalami krisis air bersih akibat bencana alam pada 2025, sebanyak 105 kepala keluarga (KK) di Lobu Singkam, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, kini dapat menikmati akses air bersih melalui proyek pipanisasi yang resmi dioperasikan.
Peresmian jaringan pipanisasi sepanjang 2 kilometer tersebut dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Binsar TH Sitanggang bersama Uskup Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, Sabtu (1/8), di Gereja HKBP Lobu Singkam.
Pembangunan infrastruktur air bersih ini merupakan hasil kolaborasi antara Keuskupan Sibolga, Asosiasi Samudera, pemerintah, serta masyarakat setempat melalui semangat gotong royong sebagai upaya mempercepat pemulihan pascabencana.
Baca Juga: 4 Putra Sibolga Lolos Poltek KP Dumai, Pemko: Kuliah Gratis, Jangan Sampai Putus Sekolah
Sekdakab Tapanuli Tengah Binsar TH Sitanggang mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan fasilitas tersebut.
Menurutnya, keberadaan jaringan air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas lembaga dalam membantu warga yang terdampak bencana.
"Kami berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik serta merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang," ujar Binsar.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Pemulihan Pascabencana Taput Dikebut, Huntap dan Listrik Jadi Prioritas
"Masyarakat dapat memanfaatkan hasil hutan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi jangan sampai melakukan penebangan pohon yang dapat merusak lingkungan," pesannya.
Uskup Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga mengatakan pembangunan pipanisasi tersebut berangkat dari kepedulian terhadap kesulitan warga memperoleh air bersih setelah bencana.
Ia menegaskan keberhasilan proyek tersebut merupakan hasil sinergi antara Keuskupan Sibolga, Organisasi Samudera, pemerintah, dan masyarakat.
Baca Juga: OPD Tapteng Tolak Pengawasan DPRD, Madayansyah: Mengapa Takut?
"Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama Keuskupan Sibolga, Organisasi Samudera, pemerintah, dan masyarakat yang bergotong royong," katanya.
Uskup juga mengingatkan agar keberadaan sumber air tidak menjadi milik kelompok tertentu, melainkan dimanfaatkan secara adil oleh seluruh masyarakat.
"Air ini tidak boleh diklaim oleh siapa pun. Ini adalah air dari masyarakat dan untuk masyarakat tanpa membedakan siapa pun," tegasnya.
Peresmian pipanisasi air bersih tersebut turut dihadiri Camat Sitahuis, perwakilan Organisasi Samudera, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Sitahuis, serta masyarakat Lobu Singkam yang kini menjadi penerima manfaat langsung dari fasilitas tersebut. (net)
Editor : Editor Satu