Tembok Ponpes Darussalam Roboh Saat Hujan Deras, Lima Warga Terluka

Editor Satu • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Petugas mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan tembok Pondok Pesantren Darussalam di Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.
Petugas mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan tembok Pondok Pesantren Darussalam di Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

SIANTAR, METRODAILY – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Pematangsiantar pada Kamis (30/7) malam mengakibatkan tembok pembatas Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Jalan Suka Damai, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, roboh dan menimpa rumah warga.

Akibat kejadian itu, lima orang mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Selain menyebabkan korban luka, insiden tersebut juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Kapolsek Siantar Martoba, AKP Martua Manik, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika hujan deras dan angin kencang mengguyur kawasan tersebut.

Baca Juga: Sungai Sikam Meluap, 150 Rumah di Simalungun Kebanjiran, Jalinsum Lumpuh

"Tembok pembatas Pondok Pesantren Darussalam roboh sehingga menimpa rumah warga dan mengenai penghuni rumah yang saat itu berada di dalam," ujar Martua.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Siantar Martoba bersama petugas BPBD dan ambulans langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Petugas bersama Camat Siantar Martoba mengevakuasi para korban ke RSUD dr Djasamen Saragih guna mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Buron 7 Tahun, Terpidana Penganiaya Anak hingga Tewas Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Lima Korban Mengalami Luka

Lima warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut masing-masing:

"Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp30 juta," kata Martua.

Sehari setelah kejadian, Jumat (31/7), Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang diwakili Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang menjenguk para korban di Ruang Anyelir dan Ruang Cempaka RSUD dr Djasamen Saragih.

Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fidelis Edy Suranta Sembiring, Kepala Dinas Sosial P3A Agustina Lasma Bulan Sihombing, jajaran manajemen RSUD dr Djasamen Saragih, serta Camat Siantar Martoba.

Junaedi mengatakan kehadiran pemerintah merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.

"Sesuai arahan Bapak Wali Kota Wesly Silalahi, kami hadir untuk menjenguk sekaligus memberikan bantuan kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami luka-luka akibat bencana ini," ujarnya.

Pemerintah Kota Pematangsiantar, lanjutnya, juga menyiapkan bantuan berupa tempat tinggal sementara, kebutuhan sandang dan pangan, perlengkapan rumah tangga, peralatan tidur, biaya pengobatan hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi keluarga terdampak.

Tembok Rumah Warga Juga Ambruk

Pada malam yang sama, hujan deras juga menyebabkan tembok pembatas rumah milik Albert Jonatan Aritonang (44) di Perum Guru Gang Narasaon, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, roboh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material kembali ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.

Polisi mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dan dapat memicu pohon tumbang maupun robohnya bangunan yang sudah rapuh. (rel/esa)

Editor : Editor Satu
tembok ponpes rubuh