LABURA, METRODAILY-Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan seni dan budaya daerah melalui pagelaran budaya bertajuk "Warisan Budaya di Tanah Basimpul Kuat Babontuk Elok" pada ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.
Pagelaran yang berlangsung di Panggung Budaya PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (30/7/2026) malam, berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari masyarakat serta tamu undangan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk memperkenalkan keberagaman seni, adat istiadat, dan tradisi yang telah tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan, pagelaran budaya ini juga menjadi media promosi potensi daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Labura di tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga: Kemenag Labura Lepas Peserta Magang Universitas Labuhanbatu Batch II 2026
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Persembahan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan. Selanjutnya, penonton disuguhkan Tari Kreasi Kualuh yang menggambarkan semangat persatuan, kekompakan, dan nilai-nilai budaya masyarakat Labuhanbatu Utara. Penampilan demi penampilan berhasil memukau para pengunjung yang memadati area Panggung Budaya PRSU.
Suasana semakin semarak ketika kesenian Bordah Leidong, yang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat pesisir Labuhanbatu Utara, ditampilkan di hadapan para penonton. Selain itu, Tim Penggerak PKK dari tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Labuhanbatu Utara turut memberikan penampilan terbaiknya, disusul hiburan dari para seniman daerah yang semakin menambah kemeriahan malam budaya tersebut.
Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, mengatakan bahwa tema "Warisan Budaya di Tanah Basimpul Kuat Babontuk Elok" memiliki makna mendalam sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga marwah, jati diri, dan kekayaan budaya yang dimiliki Labuhanbatu Utara agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Pokjaluh Labura - Pengadilan Agama Rantau Prapat Perkuat Sinergi
Bupati berharap melalui pagelaran budaya di PRSU 2026, identitas budaya Labuhanbatu Utara dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. Menurutnya, budaya bukan hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga aset daerah yang harus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh arus globalisasi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelestarian seni dan budaya daerah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pelestarian budaya, termasuk keikutsertaan Labura pada Panggung Budaya PRSU 2026.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rimba Bertuah Sitorus, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara yang tetap berkomitmen melestarikan seni dan budaya meskipun di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Menurutnya, Panggung Budaya PRSU merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan jati diri dan kekayaan budaya Labuhanbatu Utara kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga: Tidak Puas Jawaban Panitia, Bakal Calon Kades Pulau Rakyat Tua Kembali Ajukan Banding
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wabup Labura Dr.H. Samsul Tanjung, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh camat se-Kabupaten Labuhanbatu Utara, seluruh kepala desa se-Kabupaten Labuhanbatu Utara, tokoh adat, tokoh masyarakat, para seniman, serta masyarakat yang antusias menyaksikan pagelaran budaya.
Keikutsertaan Labuhanbatu Utara pada PRSU 2026 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan seni serta budaya lokal sebagai warisan yang harus terus hidup dan menjadi kebanggaan generasi.(gus)
Editor : Metro-Esa