SIBOLGA, METRODAILY – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah perairan melalui simulasi Search and Rescue (SAR) gabungan dengan skenario kecelakaan laut dan kebakaran kapal.
Latihan terpadu tersebut digelar di kawasan Pelabuhan Pelindo Sibolga sebagai bagian dari rangkaian Pacific Partnership 2026.
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik meninjau langsung jalannya simulasi yang berlangsung pada Rabu (28/7). Menurutnya, latihan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan daerah menghadapi kondisi darurat di laut.
Baca Juga: Dugaan Jual Beli Dokumen Kayu Pinus di Taput di Luar Blok Tebang, Dishut Diminta Periksa
Simulasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pangkalan TNI AL (Lanal) Sibolga, Basarnas, BPBD Kota Sibolga, tim medis, serta sejumlah instansi terkait yang memiliki tugas dalam penanggulangan bencana dan operasi penyelamatan.
Skenario Tabrakan Kapal
Dalam simulasi, digambarkan dua kapal bertabrakan di perairan Sibolga hingga menyebabkan salah satu kapal nelayan terbakar.
Informasi kejadian kemudian diteruskan oleh Stasiun Radio Pantai (SROP) Sibolga kepada petugas piket Lanal Sibolga. Selanjutnya dilakukan koordinasi cepat dengan Basarnas dan BPBD untuk mengaktifkan operasi pencarian dan penyelamatan.
Baca Juga: Plaza Anugrah Sidimpuan Rutin Salurkan Infaq bagi Anak Yatim
Komandan Lanal Sibolga kemudian memerintahkan Koordinator Lapangan Operasi SAR mengerahkan KAL Sarudik I-2-18 dan Sea Rider G7 beserta personel menuju lokasi kejadian.
Tim gabungan melakukan pemadaman api, evakuasi korban, hingga penanganan medis darurat di atas kapal sesuai prosedur operasi standar (SOP). Seluruh tahapan simulasi berlangsung secara terpadu untuk menguji kecepatan respons serta koordinasi lintas instansi.
Tingkatkan Respons Darurat
Di sela kegiatan, Wali Kota Sibolga menegaskan latihan terpadu memiliki nilai strategis dalam mengukur kesiapan personel, peralatan, serta sistem koordinasi antarinstansi saat menghadapi bencana di wilayah pesisir maupun laut.
Baca Juga: Liverpool Dipaksa Kerja Keras, Wrexham FC Baru Tumbang Berkat Gol Rio Ngumoha
"Melalui latihan terintegrasi ini, kita tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga memastikan respons penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan terorganisasi. Komitmen kita adalah menjamin pelayanan dan keselamatan masyarakat tetap optimal, bahkan dalam situasi krisis," ujar Akhmad Syukri.
Simulasi tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sibolga, delegasi Pacific Partnership 2026, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Sibolga Fadlan Satia Siregar, Plt Direktur Utama RSU Dr. FL Tobing dr. Masdyana Doloksaribu, serta Plt Kepala Satpol PP Kota Sibolga Muhammad Rasyd Manalu.
Melalui latihan ini, Pemko Sibolga berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Basarnas, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga sistem penanggulangan bencana di wilayah perairan dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan profesional demi menjamin keselamatan masyarakat. (net)
Editor : Editor Satu