Pascabanjir Tapteng, Menteri PU Percepat Pembangunan Sabo Dam Cegah Banjir Berulang

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:10 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sabo Dam di Sungai Aek Sigala-gala, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai bagian percepatan penanganan pascabanjir.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sabo Dam di Sungai Aek Sigala-gala, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai bagian percepatan penanganan pascabanjir.

TAPTENG, METRODAILY – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sabo Dam di Sungai Aek Sigala-gala, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai langkah strategis memperkuat pengendalian banjir pascabencana yang melanda kawasan tersebut pada pertengahan Juli 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi pembangunan, Rabu (29/7), untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai target sekaligus mempercepat upaya mitigasi agar banjir serupa tidak kembali terjadi.

Dalam kunjungannya, Dody menjelaskan penanganan Sungai Aek Sigala-gala dilakukan melalui diskresi khusus dari Menteri PU. Pasalnya, sungai tersebut bukan berstatus sungai nasional, melainkan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga: Ketua APKASI: Beban Bupati Makin Berat, Hadapi Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan

Meski demikian, pemerintah pusat memutuskan turun tangan menyusul besarnya dampak banjir yang terjadi.

"Sungai Aek Sigala-gala merupakan kewenangan provinsi. Setelah terjadi banjir dan saya mendapat laporan dari Kepala Balai, saya minta pekerjaan segera dilakukan. Memang harus ada diskresi khusus dari menteri karena ini bukan sungai nasional," ujar Dody.

Normalisasi Sungai dan Perbesar Kapasitas Saluran

Selain mempercepat rehabilitasi, Kementerian PU mulai melakukan normalisasi alur Sungai Aek Sigala-gala untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Pekerjaan meliputi pembukaan saluran yang tersumbat, peninggian badan saluran, hingga pembangunan gorong-gorong berukuran lebih besar agar debit air dapat mengalir lebih lancar menuju Sungai Tukka.

Baca Juga: Pola Rekrutmen Teroris Bergeser, Anak Muda Jadi Sasaran Lewat Algoritma Medsos

"Salurannya sudah mulai dibuka. Nantinya akan ditinggikan dan gorong-gorong diperbesar seperti yang dilakukan di Tukka, sehingga aliran air lebih lancar menuju Sungai Sigala-gala," jelasnya.

Dody menegaskan pembangunan Sabo Dam menjadi prioritas utama karena berfungsi menahan material batu, pasir, dan lumpur yang terbawa arus banjir dari kawasan hulu.

Keberadaan bangunan tersebut dinilai penting untuk mengurangi sedimentasi sungai sekaligus meminimalkan kerusakan infrastruktur maupun permukiman di wilayah hilir saat terjadi hujan deras.

Namun, proses pembangunan sempat menghadapi kendala cuaca. Hujan yang terus mengguyur menyebabkan konstruksi sementara beberapa kali rusak akibat banjir susulan.

Baca Juga: Bupati Anton Jemput Bola ke Nagori Cingkes, Gelar Layanan Adminduk hingga Pasar Murah

"Sebetulnya bukan lambat, tetapi setiap selesai dibuat sementara, hujan turun lagi dan banjir kembali datang sehingga pekerjaan tersapu. Karena itu saya minta pembangunan Sabo Dam dipercepat," tegasnya.

Respons Pascabanjir Besar

Sebagai informasi, banjir besar melanda Sungai Aek Sigala-gala pada 17 Juli 2026 setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Meningkatnya debit air menyebabkan luapan melewati tanggul setinggi sekitar empat meter. Derasnya arus kemudian menggerus tanggul hingga jebol dan mengakibatkan banjir yang merendam kawasan permukiman di sekitarnya.

Baca Juga: Reinhard Hutahaean Pimpin IDI Siantar-Simalungun, Siap Perkuat Perlindungan Dokter

Melalui percepatan pembangunan Sabo Dam, normalisasi sungai, serta peningkatan kapasitas drainase dan gorong-gorong, Kementerian PU berharap sistem pengendalian banjir di Tapanuli Tengah semakin kuat.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko banjir berulang, mengurangi sedimentasi sungai, serta meningkatkan perlindungan bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Aek Sigala-gala. (net)

Editor : Editor Satu
Menteri PU Dody Hanggodo sabo dam pascabanjir tapteng