Warga di Kampung Bupati Tapsel Kecewa, Proyek Irigasi Senilai Rp 690 Juta Sia-sia

SAMMAN • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:38 WIB
Kondisi bangunan bendungan dan irigasi di Desa Tanjung Rompa, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel. (Ist)
Kondisi bangunan bendungan dan irigasi di Desa Tanjung Rompa, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel. (Ist)

TAPSEL, METRODAILY-Sejumlah warga di Desa Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok, Siranap, Kecamatan Marancar, mengaku kecewa. Pasalnya, proyek bangunan irigasi senilai Rp 690 juta, yang dikerjakan pada tahun anggaran 2023, sama sekali tidak bisa digunakan oleh masyarakat.

"Kita tidak tahu seperti apa pengerjaannya dahulu. Tapi yang jelas, bangunan irigasi yang akan mengaliri ke sawah-sawah masyarakat, sampai hari ini tidak bisa digunakan sama sekali," ungkap A Pasaribu, warga setempat.

Pasaribu mengatakan, proyek senilai Rp 690 juta itu, sama sekali tidak berdampak terhadap masyarakat, bahkan hanya sia-sia. Padahal, daerahnya sangat terkenal dengan kearifan lokal terkait dengan pengelolaan irigasi.

"Kami menduga itu hanya proyek akal-akalan saja. Dan hanya menguntungkan kontraktor serta dinas saja. Buktinya, bangunan benda irigasi itu, tidak pernah selesai dan dirasakan masyarakat manfaatnya," ujarnya.

A Pasaribu mengulangi pernyataannya kepada wartawan, pada Kamis (30/7/2026). Kemudian menggambarkan kondisi proyek tersebut, sampai saat ini sama sekali tidak ada perbaikan.

Warga akan Lapor Bupati

Masyarakat akan melapor kepada Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu soal proyek irigasi tersebut. Apalagi, proyek itu untuk kebutuhan warga yang notabene berada di kampung Bupati di Tanjung Rompa.

"Jika tidak disikapi. Kami akan melaporkan langsung kepada Bupati. Biar beliau tahu, ada proyek di kampungnya yang jadi bancakan kontraktor dan dinas terkait," ucap warga lainnya yang berprofesi sebagai petani.

Warga menilai, proyek tersebut sama sekali tidak pernah selesai. Namun diklaim telah selesai, dan uangnya dinikmati oleh oknum-oknum di Dinas PUPR Tapanuli Selatan, dan kontraktor.

Hasil penelusuran wartawan, Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi itu berada Desa Tanjung Rompa, Kecamatan Marancar, pada Tahun 2023 dengan nilai kontrak Rp 691.300.000. Dan dikerjakan oleh PT Fajar Nanjaya Karya Abadi sebagai pemenang tender.

Tentang laporan warga ini, wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi dan meminta tanggapan kepada kontraktor terkait berinisial S, Kepala Dinas PUPR Fachry Ananda bahkan kepada Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu. Akan tetapi, tidak ada respons dari kontak yang diverifikasi sebagai milik mereka, meski pun dalam keadaan aktif. (SAN)

Editor : SAMMAN
Gus Irawan Pasaribu tapsel irigasi