GUNUNGSITOLI, METRODAILY– Derap langkah puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Angkatan XXIV Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli mengawali proses penting dalam perjalanan pengabdian mereka sebagai petugas pemasyarakatan. Melalui kegiatan pembaretan yang digelar Sabtu lalu (25/7), para peserta ditempa secara fisik, mental, dan disiplin sebagai bekal sebelum menjalankan tugas secara penuh.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Lapas Kelas IIB Gunungsitoli itu, Jalan Dolok Martimbang Desa Hilina'a Kota Gunungsitoli, diikuti Kepala Lapas Sahat Bangun, jajaran pejabat struktural, tim pelatih, panitia, serta seluruh peserta pembaretan.
Sejak pagi, peserta menjalani rangkaian kegiatan yang diawali dengan olahraga dan lari kesamaptaan, dilanjutkan apel pengecekan kesiapan. Setelah itu, mereka mengikuti Pembinaan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) yang dirancang untuk menguji ketahanan, membangun karakter, serta memperkuat jiwa kepemimpinan dan solidaritas.
Pembaretan menjadi tahapan akhir yang harus dilalui setiap PNS sebelum resmi mengemban amanah sebagai petugas pemasyarakatan.
Selain mengasah kemampuan fisik, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai integritas, loyalitas, tanggung jawab, serta komitmen dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, menegaskan bahwa pembaretan bukan sekadar tradisi, melainkan proses pembentukan karakter aparatur pemasyarakatan agar memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
"Melalui pembaretan ini kami ingin membentuk petugas pemasyarakatan yang berintegritas, profesional, memiliki semangat pengabdian, serta siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai nilai-nilai organisasi," ujar Sahat.
Ia menambahkan, petugas pemasyarakatan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga ketangguhan mental, disiplin, dan jiwa korsa yang kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Apel Pembaretan sebagai simbol berakhirnya proses pembinaan. Prosesi tersebut menjadi penanda bahwa para PNS Angkatan XXIV telah menyelesaikan tahapan pembentukan dasar sebelum memasuki fase pengabdian sebagai garda terdepan penyelenggaraan pemasyarakatan.
Melalui pembaretan ini, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli kembali menegaskan komitmennya membentuk sumber daya manusia yang profesional, tangguh, dan berintegritas guna mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. (al)