Beasiswa Martabe Prestasi Harus Dikembalikan ke Batangtoru

SAMMAN • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:19 WIB
Pimpinan PTAR dan Kadis Pendidikan Tapsel bersama pemerima beasiswa Martabe Prestasi, Jumat (24/7/2026) di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapsel. (Samman/MetroDaily)
Pimpinan PTAR dan Kadis Pendidikan Tapsel bersama pemerima beasiswa Martabe Prestasi, Jumat (24/7/2026) di Sopo Daganak, Batangtoru, Tapsel. (Samman/MetroDaily)

TAPSEL, METRODAILY-Program beasiswa Martabe Prestasi harus berdampak balik ke daerah khususnya ke Batangtoru, hal itu diungkapkan Kuasa Direksi PT Agincourt Resources (PTAR), Rahmat Lubis dalam penyerahan beasiswa di Sopo Daganak, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan pada Jumat (24/7/2026).

Tahun ini, ada 341 penerima beasiswa, 88 orang di antaranya merupakan penerima baru dan selebihnya penerima lanjutan. Sebanyak 37 siswa atau 42 persen dari total penerima baru berasal dari Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru.

Rahmat memerinci, dalam 10 tahun terakhir program Martabe Prestasi, PTAR telah menghabiskan uang senilai Rp 24 Milyar, dengan lebih 3.000 paket beasiswa. "Saya tidak suka program yang bakar-bakar uang," katanya.

Menurut Rahmat, kegiatan sosial itu harus ada untungnya, atau berdampak. Dan, ia meyakini program sosial Martabe Prestasi ini paling tinggi nilai dampaknya dibanding program sosial lain di PTAR.

"Saya misalnya, anak petani. Dulu juga saya penerima beasiswa. Kalau saya tidak penerima beasiswa di sekolah, kemungkinan besar tamat sekolah saya petani juga menderes karet seperti ayah saya," kata alumnus SMAN 2 Plus Sipirok ini.

Kata Rahmat, uang yang dikucurkan PTAR dalam program Martabe Prestasi itu tidaklah gratis, dan itu akan ditagih kembali di kemudian hari. Bukan untuk PTAR, tetapi kembali berkarya dan mengabdi bagi masyarakat di Batangtoru, dan Kabupaten Tapanuli Selatan pada umumnya.

"Saya anak petani, di Batang Angkola dan saat ini sudah menginjakkan kaki di 5 benua. Saya berharap anda semua juga bisa seperti itu," ungkapnya sembari mengingatkan anak-anak penerima beasiswa untuk percaya diri meraih cita-citanya.

Beasiswa Martabe Prestasi ini juga jadi harapan baru bagi keluarga penyintas bencana hidrometeorologi yang melanda pulau Sumatra termasuk daerah Batangtoru pada akhir tahun lalu.

Rinduwati Situmeang, misalnya. Ia merupakan orang tua dari Bunga Berito Olivia Pandiangan, warga Hutagodang yang kini berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), dan juga penerima beasiswa.

"Rumah, usaha kami hancur. Kalau tidak ada beasiswa ini saya tidak bisa menguliahkan anak-anak saya," ungkapnya yang mengenang Sopo Daganak sebagai tempat mengungsi kala itu.

Beasiswa Martabe Prestasi juga membangkitkan optimisme anak-anak daerah dalam menggapai cita-citanya. Salwa Ermina Siregar, salah seorang penerima beasiswa mengakui itu.

Mahasiswi Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) ini sebelumnya kurang yakin dengan kondisi ekonomi keluarga bisa memenuhi keinginannya untuk berkuliah di Pulau Jawa.

"Sejak kecil banyak cita-cita menjadi orang memiliki karya besar, jadi insinyur seperti BJ Habibie. Kami itu 5 bersaudara, dan saya sangat khawatir dengan cita-cita saya, karena anak dari wiraswasta yang tak tentu penghasilannya. Apalagi kondisi ekonomi pasca Covid, itu sangat berat," ceritanya.

Dengan ketekunan dan prestasi di sekolah, Ermina akhirnya mendapat beasiswa di jenjang SMP berlanjut ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia dan saat ini di UGM Yogyakarta.

"Ini menjadikan saya lebih berani bermimpi ke depannya. Ini juga mengubah cara pandang saya bahwa orang daerah punya kesempatan yang sama untuk maju berkembang di pusat sana," ungkapnya.

Dalam penyerahan beasiswa Martabe Prestasi ini, Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan Efrida Yanti Pakpahan mewakili Bupati Tapanuli Selatan mengajak orang tua anak-anak penerima beasiswa untuk mengawal dan menjaga prestasi anak-anak, meski pun berada di luar daerah.

Karena itu, Efrida meyakini, dengan sinergi Pemerintah Kabupaten dan PTAR, kolaborasi dan partisipasi bersama orang tua, ke depan akan menghasilkan generasi dan sumber daya manusia Tapanuli Selatan yang maju dan unggul.

"Saya ingin mengatakan, di Tapanuli Selatan yang tercatat hari ini, ada 4.041 anak putus sekolah, faktor ekonomi dan mindset orang tua. Tetapi, kita sudah menyiapkan program sanggar belajar dengan paket A, B dan C. Tujuannya, agar SDM Tapanuli Selatan tidak tertinggal," katanya.

Sementara beasiswa dari Pemkab Tapanuli Selatan, kata Efrida, Dinas Pendidikan masih mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 Juta untuk 40 mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

"20 anak kurang mampu, dan 20 yang berprestasi. Karena kondisi keuangan daerah saat ini minim, itu tetap kita jaga dan harapannya tahun depan dapat lebih banyak anggaran dan penerimanya," pungkasnya sembari membuka kegiatan seremoni beasiswa itu. (SAN)

Editor : SAMMAN
tapsel Beasiswa Martabe Prestasi PTAR Martabe Gold Mine