Bobby Nasution Jadi Gubernur Pertama Berkantor di Nias, Target Kejar Ketertinggalan

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:24 WIB
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone mengunjungi Desa Adat Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda berkantor di Kepulauan Nias untuk mendorong percepatan pembangunan dan promosi potensi daerah. (Diskominfo Sumut/Dok.)
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone mengunjungi Desa Adat Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda berkantor di Kepulauan Nias untuk mendorong percepatan pembangunan dan promosi potensi daerah. (Diskominfo Sumut/Dok.)

MEDAN, METRODAILY – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mencatat sejarah sebagai gubernur pertama yang berkantor di Kepulauan Nias sejak Provinsi Sumatera Utara berdiri 78 tahun lalu. Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi mempercepat pembangunan dan mengakselerasi penanganan berbagai persoalan di wilayah kepulauan yang masih didominasi daerah tertinggal.

Selama sepekan berkantor di Kepulauan Nias pada 15–20 Juli 2026, Bobby Nasution tidak hanya menjalankan agenda pemerintahan, tetapi juga memastikan percepatan sejumlah proyek strategis yang menyentuh sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap mengatakan, konsep "berkantor di Nias" merupakan yang pertama kali diterapkan sepanjang sejarah pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya telah berkomitmen bergantian berkantor di Kepulauan Nias selama tiga bulan.

Baca Juga: Wali Kota Siantar Wesly Silalahi Sebut Job Fair Langkah Strategis Kurangi Pengangguran

"Kalau kunjungan ke Nias mungkin sudah sering dilakukan gubernur sebelumnya. Namun, konsep berkantor di Nias baru pertama kali dilakukan pada masa Gubernur Bobby Nasution. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias," ujar Erwin, Kamis (23/7/2026).

Selama berada di Nias, Bobby Nasution mendorong percepatan pembangunan SMKN 1 Gido dan SMA Unggulan Sukma, perbaikan ruas jalan Nias Barat-Nias Selatan, pembangunan Jembatan Mo'awo dan pelabuhan Ro-Ro, peningkatan layanan kesehatan di Nias Selatan, revitalisasi situs megalitik Tetegewo dan Desa Adat Bawomataluo, serta penyaluran bantuan bagi nelayan dan masyarakat di Nias Barat.

Erwin menilai kehadiran gubernur di Kepulauan Nias telah memberikan dampak signifikan terhadap percepatan penyelesaian berbagai persoalan pembangunan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga: Hadiri Lomba Fashion Show Pakaian Adat Simalungun Tingkat SMP, Ini Pesan Ketua Dekranasda Siantar

"Dalam satu minggu saja dampaknya sudah sangat besar. Kami akan terus bekerja keras mewujudkan cita-cita Pak Bobby Nasution untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di Kepulauan Nias," katanya.

Memasuki pekan kedua, agenda berkantor di Kepulauan Nias dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Sumut Surya. Setelah itu, Bobby Nasution dijadwalkan kembali ke Nias untuk melanjutkan pengawalan berbagai program prioritas.

Saat ini, empat kabupaten di Kepulauan Nias, yakni Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat, masih berstatus daerah tertinggal. Kondisi tersebut menjadi alasan utama Pemerintah Provinsi Sumut menjadikan Kepulauan Nias sebagai salah satu fokus percepatan pembangunan.

"Kami berharap dukungan seluruh masyarakat agar program percepatan pembangunan di Nias dapat berjalan maksimal," ujar Erwin. (Rel)

Editor : Editor Satu
Berkantor di Kepulauan Nias Gubernur Bobby Nasution