MEDAN, METRODAILY – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat komitmen membangun ekosistem pengasuhan dan stimulasi anak usia dini di Sumatera Utara. Pemerintah daerah bersama Tanoto Foundation mendorong lahirnya kebijakan yang lebih terintegrasi guna memastikan setiap anak memperoleh hak tumbuh kembang secara optimal sejak usia dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Advokasi Kebijakan Pengasuhan dan Stimulasi Anak Usia Dini di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Karo. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun strategi penguatan layanan bagi anak dan keluarga.
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menegaskan bahwa investasi pada anak usia dini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
"Usia dini adalah periode yang sangat penting karena perkembangan anak berlangsung sangat cepat. Apa yang diberikan kepada anak hari ini akan menjadi fondasi bagi kualitas sumber daya manusia beberapa tahun mendatang," ujarnya.
Menurutnya, investasi pada masa awal kehidupan anak memang tidak selalu menghasilkan dampak yang langsung terlihat, tetapi menjadi penentu kemampuan anak menghadapi tantangan di masa depan.
Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Roswitha Bukit, menambahkan keluarga tetap menjadi aktor utama dalam membentuk tumbuh kembang anak. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan menghadirkan program pengasuhan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat serta mampu mengikuti perkembangan zaman.
Baca Juga: Rida K Liamsi Didakwa Kasus Penggelapan Dana Riau Pos Rp56,9 Miliar
Perkuat PAUD Holistik Integratif
Tanoto Foundation juga menekankan pentingnya penerapan konsep Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan keluarga.
ECED Ecosystem Development Coordinator Tanoto Foundation, Natasha Sheir, mengatakan implementasi PAUD HI membutuhkan kolaborasi antarsektor agar setiap anak memperoleh layanan yang komprehensif sesuai Rencana Aksi Nasional (RAN) PAUD HI 2025–2029.
Sementara itu, Policy Advocacy Lead Tanoto Foundation Lia Toriana menilai setiap daerah memerlukan pendekatan kebijakan yang berbeda sesuai karakteristik wilayah. Karena itu, kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media menjadi kunci keberhasilan penguatan pengasuhan anak usia dini.
Baca Juga: Sipropam Polres Tanjungbalai Cek Kelayakan Senjata Api Personel
Kepala Bappeda Kota Pematangsiantar, Sofie Megawary Saragih, menyebut pembangunan sumber daya manusia telah menjadi prioritas daerah. Namun, koordinasi lintas sektor masih perlu diperkuat agar berbagai program dapat memberikan dampak lebih optimal bagi anak dan keluarga.
Generasi Emas Dimulai dari Anak Usia Dini
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Pematangsiantar, Happy Oikumenis Daely, menegaskan keberhasilan mewujudkan Generasi Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas pengasuhan anak sejak usia dini.
"Generasi Emas 2045 ditentukan dari bagaimana anak usia dini kita tumbuh dan berkembang hari ini. Karena itu, pemerintah perlu hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi keluarga, orang tua, dan anak-anak sebagai fondasi pembangunan manusia ke depan," katanya.
Baca Juga: MTsN 2 Labura Gelar Psikotes Peserta Didik Baru untuk Pemetaan Potensi dan Karakter
Senada, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes. melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eddi Surianta Surbakti, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang tetap memperhatikan nilai budaya lokal dalam penyusunan kebijakan pengasuhan anak.
Melalui sinergi pemerintah daerah, keluarga, masyarakat, dan mitra pembangunan, momentum Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ekosistem pengasuhan anak usia dini di Sumatera Utara sebagai fondasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Rel)
Editor : Editor Satu