Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

91 ASN Pemkab Tapsel Ikuti Diklat Manajemen Risiko

Metro-Esa • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:35 WIB
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, resmi tutup Diklat Manajemen Risiko (MR) yang diikuti 91 aparatur Pemkab Tapsel di Balai Diklat BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, resmi tutup Diklat Manajemen Risiko (MR) yang diikuti 91 aparatur Pemkab Tapsel di Balai Diklat BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

MEDAN, METRODAILY - Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Risiko (MR) yang diikuti 91 aparatur Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di Balai Diklat BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Medan, Kamis (9/7/2026).

Diklat yang berlangsung sejak 6 Juli 2026 tersebut diikuti oleh ASN dari berbagai perangkat daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penerapan manajemen risiko yang efektif.

Turut hadir dalam penutupan kegiatan itu Inspektur Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Hamdy Saleh Pulungan, Sekretaris Inspektorat Ahmad Fikri, para instruktur BPKP Perwakilan Sumatera Utara, serta seluruh peserta diklat.

Baca Juga: Kesbangpol Sumut Kenalkan Rekrutmen Paskibraka di PRSU 2026

Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan kebutuhan mendasar bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program, selalu mengandung risiko yang harus dapat diidentifikasi, dianalisis, dan dikelola secara tepat.

"Risiko tidak mungkin dihilangkan, tetapi dapat diminimalkan dan diantisipasi melalui penerapan manajemen risiko yang baik. Karena itu, manajemen risiko bukan sekadar memenuhi administrasi atau menghasilkan dokumen, melainkan menjadi instrumen untuk mengawal pencapaian tujuan pembangunan daerah," tegasnya.

Baca Juga: Truk Sawit Terguling Timpa 10 Siswa SMPN 4 Bilah Hilir, 1 Meninggal Dunia

Bupati juga meminta seluruh peserta segera menuntaskan penyusunan Dokumen Manajemen Risiko Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025 2029. Menurutnya, seluruh peserta telah dibekali draft dokumen selama mengikuti diklat sehingga penyelesaiannya ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu setelah pelatihan berakhir.(Irs)

Editor : Editor Satu
#Diklat Manajemen Risiko #asn pemkab tapsel