Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kanwil Kemenag Sumut dan Keuskupan Agung Medan Optimalkan Kapasitas Penyuluh Agama Katolik

Metro-Esa • Selasa, 14 Juli 2026 | 09:18 WIB
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan Uskup Agung Medan menandatangani Nota Kesepahaman tentang sinergi optimalisasi kapasitas Penyuluh Agama Katolik.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan Uskup Agung Medan menandatangani Nota Kesepahaman tentang sinergi optimalisasi kapasitas Penyuluh Agama Katolik.

 
MEDAN, METRODAILY — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan Keuskupan Agung Medan menandatangani Nota Kesepahaman tentang sinergi optimalisasi kapasitas Penyuluh Agama Katolik di Kantor Keuskupan Agung Medan, Senin (13/7/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi dan Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung. Turut hadir Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumut Marihuttua Pasaribu.

Ahmad Qosbi menyebut kerja sama ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peneguhan komitmen bersama antara negara dan Gereja dalam membangun kehidupan umat Katolik yang beriman, dewasa, moderat, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Kanwil Kemenagsu Gelar Dialog Bertema Ngopi Bareng Jaga Kerukunan di Sumut

"Penyuluh Agama Katolik merupakan garda terdepan Kementerian Agama. Mereka hadir di tengah umat sebagai pendidik, pendamping, motivator, fasilitator, sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat," ujar Ahmad Qosbi.

Menurutnya, kehadiran penyuluh tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memperkuat kualitas iman, membangun karakter, menumbuhkan persaudaraan, serta memperkokoh toleransi dan harmoni sosial.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama saat ini mengusung Asta Protas dengan fokus pada pelayanan keagamaan yang berdampak. Karena itu, Nota Kesepahaman ini menjadi landasan strategis untuk memperkuat kolaborasi.

"Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Gereja melalui Keuskupan Agung Medan memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun umat yang beriman, berkarakter, berintegritas, cinta tanah air, serta menjadi pembawa damai di tengah masyarakat," katanya.

Baca Juga: Salurkan UPZ, Kemenag Medan : Semoga Bantuan Ini Dapat Meringankan Beban

Ahmad Qosbi juga menekankan kekhasan tugas Penyuluh Agama Katolik. Selain sebagai aparatur sipil negara, mereka juga menjalankan pembinaan iman yang berkaitan erat dengan kehidupan Gereja.

"Karena itu, dalam menjalankan tugas pembinaan iman, Penyuluh Agama Katolik harus senantiasa bersinergi dengan otoritas Gereja Katolik serta menghormati kuasa mengajar Gereja atau Magisterium sebagai otoritas tertinggi dalam menjaga kemurnian ajaran iman dan moral," ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Agung Medan atas dukungan terhadap cita-cita bersama tersebut. Dengan sinergi yang kuat, ia berharap penyuluh semakin profesional, kompeten, dan berintegritas.

"Kiranya kerja sama ini menjadi berkat bagi Gereja, bagi masyarakat, bagi bangsa Indonesia, serta menjadi wujud nyata pengabdian kita kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui pelayanan kepada sesama," ucapnya.

Sementara itu, Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terus dibangun Kanwil Kemenag Sumut.

"Tujuan utama dari penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah tujuan bersama. Kami juga membutuhkan para penyuluh agama yang siap memberi pencerahan kepada umat," kata Mgr. Kornelius.(sir)

Editor : Metro-Esa
Uskup Agung Medan kemenag sumut