ASAHAN, METRODAILY - Sejumlah Kepala Puskesmas di Asahan mengaku resah dengan adanya instruksi dugaan pengumpulan dana untuk penyelesaian limbah B3 melalui pesan singkat WhatsApp.
"Kami merasa resah akibat adanya instruksi melalui pesan singkat WhatsApp tersebut terkait dugaan pengumpulan dana untuk penyelesaian limbah B3 itu bang, " jelas sejumlah oknum Kepala Puskesmas di Asahan, Senin (13/7/2026).
Di samping itu, mereka juga merasa bingung dan heran dengan keabsahan pesan singkat yang diterima melalui aplikasi WhatsApp tersebut.
Baca Juga: Viral, Kades Lestari Asahan Enggan Tandatangani SKTM
"Instruksi ini benar atau tidak ya," ucap mereka dengan nada heran.
Menurut mereka, instruksi dalam pesan singkat melalui WhatsApp tersebut tertulis:
"Ass..Wr..WB..
Selamat pagi...
Bapak/Ibu Kapus...
Untuk penyelesaian limbah B3, perintah dinas agar kasus ditutupi...di APH, LSM, DLL ..
Untuk itu, diperlukan dana setiap Puskesmas dikenakan biaya Rp 500 RB paling lama hari Senin sudah terkumpul...
Terimakasih...
Salam Sehat...
CC..
Untuk pembayaran harus tunai...
Tidak ada lagi TF...
Diserahkan ke
1.Ibu VI
2.dr GE
3.MR "
Mereka berharap kepada management Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan agar segera mencari kebenaran terkait keabsahan isi pesan singkat tersebut.
Baca Juga: Panen Raya di Gambus Laut, Bupati Batu Bara Dukung Pengembangan Budidaya Udang Vaname
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Asahan melalui Sekretaris, Fahrizal Pohan membantah pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp tersebut.
"Izin bang, info tersebut tidak benar," tulis Fahrizal dengan singkat.
Dirinya berkilah jika nama-nama yang tertera dalam pesan singkat tersebut tidak ada di Dinkes Asahan.
"Nama itu tidak ada di Dinkes," tulisnya kembali. (ded)