GUNUNGSITOLI, METRODAILY – Keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Nias berduka. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Apriaman Lase, SH (27), meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai 12 Apartemen Skyview Setiabudi, Jalan Abdul Hakim, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.
Jenazah almarhum tiba di Dermaga Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Minggu (12/7/2026) pagi. Suasana haru tak terbendung. Tangis histeris keluarga dan rekan kerja pecah saat pintu mobil ambulans dibuka yang membawa peti jenazah korban turun dari kapal sebelum diberangkatkan menuju kampung halamannya di Desa Hiliganoita, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias.
Informasi yang dihimpun, korban ditemukan meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nias, Pangasian Hatigoran Sirait, S.Kom., M.Si., membenarkan kabar duka tersebut.
"Benar, Bang. Dari Pelabuhan Gunungsitoli kami bersama keluarga mengantar jenazah ke kampung halamannya di Desa Hiliganoita, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias," ujar Sirait kepada metrodaily.jawapos.com, Minggu (12/7/2026).
Sirait menjelaskan, Apriaman merupakan ASN muda yang mulai bertugas di Kantor Pertanahan Kabupaten Nias sejak 2025 dan hingga saat ini belum berkeluarga.
Menurutnya, saat kejadian korban sedang menjalankan tugas kedinasan di Kota Medan berdasarkan surat perintah tugas. Korban berada di Medan selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat, dengan agenda menghadiri urusan kedinasan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.
"Korban sedang melaksanakan tugas dinas di Medan. Informasi yang kami terima, korban terjatuh dan saat ini perkaranya masih dalam penyelidikan Polrestabes Medan," katanya.
Sirait menegaskan pihaknya masih menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian dan belum dapat menyampaikan kesimpulan terkait penyebab meninggalnya korban.
"Kami masih menunggu hasil penyelidikan dan rilis resmi dari kepolisian. Saat ini semuanya masih diselidiki," ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Nias menyampaikan duka cita yang mendalam.
"Kami memohon doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kita juga berharap fakta sebenarnya atas peristiwa ini dapat segera terungkap," tutup Sirait. (al)