Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Diguyur Hujan, 10 Ribu Pengunjung Tetap Padati PRSU 2026 Tonton Konser Raim Laode

Editor Satu • Minggu, 12 Juli 2026 | 13:05 WIB
 Sekitar 10 ribu pengunjung memadati kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 untuk menyaksikan penampilan Raim Laode dan Nufix di Panggung Utama meski hujan mengguyur Kota Medan, Sabtu malam (11/7/2026). (foto: diskominfo sumut)
Sekitar 10 ribu pengunjung memadati kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 untuk menyaksikan penampilan Raim Laode dan Nufix di Panggung Utama meski hujan mengguyur Kota Medan, Sabtu malam (11/7/2026). (foto: diskominfo sumut)

MEDAN, METRODAILY – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 tak mampu membendung antusiasme masyarakat.

Memasuki hari kedelapan penyelenggaraan, sekitar 10 ribu pengunjung tetap memadati area PRSU hingga larut malam untuk menyaksikan penampilan Raim Laode dan Nufix di Panggung Utama, Sabtu (11/7/2026).

Meski cuaca kurang bersahabat, ribuan penonton tetap bertahan menikmati konser. Mereka bernyanyi bersama, mengabadikan momen dengan telepon genggam, dan larut dalam suasana meriah sepanjang penampilan kedua musisi tersebut.

Usai tampil, Raim Laode mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Medan yang tetap memenuhi area konser meski hujan turun cukup deras.

"Jangan ajari orang Medan bersilaturahim. Orang Medan, mau ada hujan badai, kalau ingin berjumpa dia maju paling depan. Dan saya sudah rasakan malam hari ini, hujan badai tetap kita senang-senang," ujar Raim.

Perjuangan Peserta dari Daerah

Di tengah kemeriahan konser, peserta Lomba Dance Kontemporer PRSU 2026 juga ikut menikmati suasana setelah menyelesaikan kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PRSU.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kelompok tari asal Kabupaten Padang Lawas. Mereka rela menempuh perjalanan sekitar 12 jam menuju Kota Medan demi membawa nama daerah sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat.

Perwakilan kelompok tari tersebut mengungkapkan, perjuangan mereka tidak hanya soal jarak tempuh, tetapi juga keterbatasan fasilitas latihan di daerah asal.

"Kami ini cuma anak-anak daerah yang cinta budaya leluhur kami. Harapan kami sederhana, lihat kami. Tolong perhatikan anak-anak daerah yang punya bakat dan kemauan keras, tetapi jalannya masih terhalang oleh fasilitas dan biaya. Kami ingin budaya Padang Lawas semakin dikenal dan terus berkembang," ujarnya.

PRSU Jadi Ruang Promosi Budaya

Antusiasme pengunjung yang tetap bertahan di tengah hujan, ditambah semangat para peserta dari berbagai daerah, menjadi gambaran bahwa PRSU bukan sekadar ajang hiburan.

Pekan Raya Sumatera Utara juga menjadi ruang bagi pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Hingga penutupan nanti, PRSU 2026 masih akan menghadirkan berbagai konser musik, pameran multiproduk, wahana permainan, kuliner, serta beragam kegiatan hiburan lainnya yang terbuka untuk masyarakat. (rel/dis)

Editor : Editor Satu
PRSU 2026 Raim laode