ASAHAN, METRODAILY - Sebuah unggahan video sejumlah warga yang kecewa terhadap kinerja Kepala Desa Lestari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan yang tidak mau menandatangani surat keterangan tidak mampu (SKTM) viral di media sosial.
Berdasarkan pantauan wartawan pada unggahan video di media sosial, Sabtu (11/7/2026), tampak sejumlah warga datang ke kantor Desa Lestari untuk mempertanyakan alasan Kepala Desa karena belum menandatangani surat SKTM tersebut.
"Kenapa sudah sampai setengah bulan, SKTM belum juga ditandatangani oleh Kepala Desa." kata warga yang menemui Kepala Desa dalam video tersebut.
Ditengah perdebatan, Kepala Desa sempat menjelaskan bahwa sebelumnya ia meminta pihak yang berkepentingan agar datang sendiri untuk mengurus permohonan dan menegaskan tidak bermaksud mempersulit warga.
Baca Juga: Pekerja Yang Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan di Asahan Masih di Bawah 30 Persen
"Sampaikan sama dia, enggak ku tandatangani kalau enggak dia langsung. Karena nanti payah. Karena ini, yang bersangkutan harus langsung, jangan orang lain, karena kami takut hal yang enggak diinginkan. Contoh sudah banyak terjadi penyalahgunaan," kata Kepala Desa dalam video tersebut pada menit ke 5.50.
Selain sang Kepala Desa Lestari mempertanyakan kepada warga terkait kepanjangan dari SKTM, dalam video tersebut juga tampak sang Kepala Desa disinyalir enggan dan mempersulit untuk memberikan tandatangannya pada SKTM yang diajukan oleh warga.
Bahkan dalam video tersebut juga, Kepala Desa Lestari dengan sadar juga mengutarakan kalimat yang tidak pantas untuk diucapkan dan didengar.
Memasuki menit ke 15, tampak seorang ibu yang duduk di belakang pria lainnya juga menangis histeris di hadapan Kepala Desa akibat tidak pernah menerima bantuan apapun dari pihak Desa.
Baca Juga: Pastikan Stok Beras, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Kunjungi Gudang Bulog Asahan
Perseteruan antara warga dan Kepala Desa terlihat semakin memanas. Dimana dalam video tersebut, warga pernah dimintai uang hingga jutaan rupiah saat mengurus RTLH pada beberapa waktu lalu.
"Pak Bupati, pak Inspektorat, pak Camat, tengoklah Kepala Desa ini, segera audit anggaran di Desa ini. Disamping itu, Kepala Desa juga jarang datang ke kantor," jelas pria berbaju biru dalam video tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Lestari, Baginda Syarifuddin Ritonga belum dapat dikonfirmasi terkait viralnya video tersebut di media sosial.(ded)