TANJUNGBALAI, METRODAILY - Memastikan ketersediaan beras aman pasca di beberapa daerah terjadi kelangkaan, pada hari Rabu (8/7), Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dan tim TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang dipimpin Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina mengunjungi gudang bulog Divre Asahan di Kisaran. Wakil Wali Kota disambut Asisten Pemasaran Bulog Divre Asahan, Dadang.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai ini bersama rombongan langsung mengecek gudang penyimpanan beras bulog. Usai melihat dan menerima langsung informasi dari Bulog, Muhammad Fadly menyampaikan bahwa persediaan beras SPHP di gudang Bulog masih aman untuk 6 (enam) bulan kedepan.
"Kita telah melakukan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras SPHP agar tetap di level yang masih dalam tahap normal. Hal ini dikarenakan peranan Bulog penting dalam menjaga stabilitas bahan pokok bagi masyarakat, terutama khususnya beras yang menjadi komponen penting berkontribusi pada inflasi dan juga deflasi di daerah", kata Fadly Abdina.
Baca Juga: Bayar Rp250 Juta Kalah Prapid, Pengacara di Simalungun Dipolisikan Klien
Ia juga mengungkapkan, bahwa saat ini diperlukan penguatan kerja sama guna memastikan kolaborasi yang berkelanjutan. Dalam waktu dekat, lanjutnya, Pemko Tanjungbalai bersama Bulog akan melaksanakan kegiatan pasar murah atau gerakan pangan murah dan akan mengevaluasi jumlah rumah pangan kita (RPK) yang ada di Kota Tanjungbalai.
Sebelumnya, Asisten Pemasaran Bulog Divre Asahan Dadang mengatakan stok beras yang ada di gudang Bulog Asahan saat ini 3.084.500 Kg dan untuk Minyak Kita sebanyak 44.736 liter, artinya persediaan beras dan minyak makan saat ini hingga 6 bulan kedepan masih dalam posisi aman.
"Dikarenakan kondisi gudang penyimpanan Bulog Asahan skalanya kecil, maka saat ini ketersediaan stok beras juga dicadangkan di gudang Bulog Medan. Apabila kondisi di gudang Bulog Ssahan menipis nantinya segera akan dikirimkan kembali pasokan beras dari Medan. Bulog juga berharap agar para pelaku UMKM/pedagang mau menjadi mitra bulog dengan mendaftar sebagai RPK karena jumlah RPK di Tanjungbalai sendiri saat ini masih sedikit dari yang terdaftar 27 baru 14 RPK yang mendaftar ulang kesediaannya, sehingga dengan adanya RPK pendistribusian beras lancar karena beras bulog disalurkan melalui RPK nantinya", ujar Dadang.(gia)
Editor : Metro-Esa