KARO, METRODAILY – Sedikitnya 400 anggota Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Karo menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (2/7/2026).
Mereka mendesak kepolisian segera menuntaskan kasus penyerangan Kantor Sekretariat Markas Cabang (Macab) LMP yang terjadi pada Agustus 2025.
Massa yang mengenakan atribut organisasi itu menilai penanganan perkara berjalan lambat. Hingga hampir satu tahun setelah laporan polisi dibuat, mereka mengaku belum melihat perkembangan signifikan dalam pengungkapan seluruh pelaku maupun aktor intelektual di balik penyerangan tersebut.
Aksi tersebut mempertanyakan tindak lanjut atas Laporan Polisi Nomor LP/B/381/VIII/2025 tertanggal 22 Agustus 2025.
Desak Polisi Ungkap Seluruh Pelaku
Dalam orasinya, massa meminta penyidik tidak berhenti pada penangkapan sebagian pelaku. Mereka menilai masih ada sejumlah orang yang diduga terlibat namun belum diproses hukum.
Perwakilan massa juga mempertanyakan keberadaan ambulans bertuliskan "Jerusalem" yang disebut-sebut digunakan para pelaku saat melakukan penyerangan.
"Kenapa dari sekian banyak pelaku yang terlibat baru satu yang ditangkap, sementara yang lain masih bebas? Kami juga mempertanyakan mengapa ambulans yang digunakan pelaku belum dijadikan barang bukti," ujar salah seorang juru bicara aksi.
Penyerangan Terjadi Agustus 2025
Berdasarkan keterangan LMP, penyerangan terjadi pada 20 Agustus 2025 sekitar pukul 18.00 WIB di Kantor Sekretariat Macab LMP Kabupaten Karo di Jalan Desa Singa, Kelurahan Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota LMP mengalami luka bacok pada lengan kanan. Selain itu, sejumlah fasilitas kantor, termasuk meja, kursi, dan kendaraan operasional organisasi, dilaporkan mengalami kerusakan.
LMP menduga sekitar 12 orang terlibat dalam penyerangan tersebut dan melarikan diri menggunakan sebuah ambulans.
Dialog dengan Polisi
Aksi unjuk rasa diterima Kabag Ops Polres Karo Kompol Jonista Tarigan. Sejumlah perwakilan massa kemudian melakukan dialog dengan jajaran kepolisian di Mapolres Karo.
Koordinator aksi Juliadi Kaban mengatakan pihaknya datang untuk meminta kepastian hukum setelah hampir satu tahun menunggu perkembangan kasus.
"Sudah hampir satu tahun laporan kami berjalan. Kami datang meminta kepastian penyelesaian perkara ini," katanya.
Ketua Harian LMP Kabupaten Karo Kompol (Purn) Hasian Panggabean juga meminta penyidik mengusut dugaan keterlibatan seluruh pelaku, termasuk menelusuri asal-usul ambulans yang digunakan saat penyerangan.
Ia meminta polisi menghadirkan barang bukti berupa ambulans maupun senjata tajam yang diduga digunakan pelaku dalam proses penyidikan.
Kapolres Janjikan Pengembangan Kasus
Menanggapi tuntutan massa, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho menyatakan penyidik akan melanjutkan pengembangan perkara.
Menurutnya, kepolisian akan melakukan langkah-langkah penyidikan sesuai alat bukti yang dimiliki, termasuk memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
"Kami akan melakukan penangkapan terhadap tersangka lain. Penyidik juga akan mengumumkan daftar pencarian orang (DPO) baru apabila alat bukti telah memenuhi syarat," ujar Kapolres.
Aksi unjuk rasa berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian dan berakhir kondusif setelah dilakukan dialog antara perwakilan massa dengan jajaran Polres Karo. (pmg)
Editor : Editor Satu