LABUHANBATU, METRODAILY – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution mulai merealisasikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) dengan memperbaiki ruas jalan strategis di Kabupaten Labuhanbatu yang telah puluhan tahun mengalami kerusakan.
Perbaikan dilakukan pada ruas Aek Nabara–Negeri Lama dan Negeri Lama–Tanjung Elang dengan total panjang penanganan 10 kilometer. Selain memperbaiki badan jalan yang rusak berat, Pemprov Sumut juga meningkatkan kapasitas jalan melalui pelebaran dan penguatan konstruksi.
Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut, Syahrizal, mengatakan pekerjaan dibagi dalam dua paket. Paket pertama mencakup ruas Aek Nabara–Negeri Lama sepanjang 3 kilometer yang terbagi dalam lima segmen, sedangkan paket kedua meliputi ruas Negeri Lama–Tanjung Elang sepanjang 7 kilometer yang terbagi dalam tiga segmen.
Baca Juga: Pj Sekdaprov Sumut Buka Raker FWP, Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan
"Paket pertama Aek Nabara–Negeri Lama sepanjang 3 kilometer terbagi lima segmen dan paket kedua Negeri Lama–Tanjung Elang sepanjang 7 kilometer terbagi dalam tiga segmen. Target pengerjaan seluruh ruas ini selesai pada akhir tahun 2026," ujar Syahrizal.
Ia menjelaskan, kualitas jalan juga ditingkatkan melalui pelebaran badan jalan dari 5 meter menjadi 6 meter. Selain itu, bahu jalan dibangun menggunakan rigid beton selebar 70 sentimeter di sisi kiri dan kanan untuk memperkuat konstruksi dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Badan jalan existing 5 meter kami lebarkan menjadi 6 meter. Kemudian bahu jalan rigid beton masing-masing 70 sentimeter agar konstruksi jalan lebih kuat dan tahan lama," katanya.
Baca Juga: Bobby Nasution Sikat Pungli di Sidebuk-Debuk, Personel Gabungan Jaga Akses Wisata 24 Jam
Syahrizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama proses pembangunan berlangsung.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan apabila selama pengerjaan banyak debu yang berterbangan. Kami juga mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas," ucapnya.
Perbaikan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Muslim Manik, warga yang setiap hari melintasi ruas tersebut, berharap seluruh jalur dari Tanjung Elang hingga Aek Nabara dapat ditangani secara menyeluruh karena memiliki peran penting bagi aktivitas warga.
Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata
"Harapan kami tentu tidak ada lagi jalan rusak. Jalan ini sangat penting. Tidak ada lagi cerita orang sakit meninggal di perjalanan karena terlambat sampai rumah sakit. Hasil pertanian juga tidak turun harganya karena terlalu lama di jalan. Kalau jalannya sudah mulus, dampaknya pasti besar bagi ekonomi masyarakat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Salomo Sihite, mekanik sepeda motor di Aek Nabara. Menurutnya, kerusakan jalan selama ini kerap memicu kecelakaan lalu lintas, termasuk kendaraan yang terbalik saat menghindari lubang.
"Banyak kecelakaan gara-gara jalan rusak. Ada yang menghindari lubang lalu jatuh, ada juga truk yang terbalik hingga muatannya tumpah. Kami bersyukur Pak Gubernur mau memperbaiki jalan kami ini," katanya.
Baca Juga: Optimalkan Pajak Daerah, Bank Sumut dan Pemkab Deli Serdang Luncurkan QResto
Perbaikan ruas jalan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, menekan angka kecelakaan, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Labuhanbatu. (Rel)
Editor : Editor Satu