Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jalan 10 Km di Labuhanbatu Diperbaiki, Warga Yakin Ekonomi Bangkit dan Akses Rumah Sakit Makin Cepat

Editor Satu • Minggu, 28 Juni 2026 | 07:50 WIB
Sejumlah pengendara melintasi proyek perbaikan ruas Jalan Aek Nabara–Negeri Lama hingga Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang di Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (26/6/2026). Pemprov Sumut menangani perbaikan sepanjang 10 kilometer yang ditargetkan selesai pada akhir 2026. (Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut/Imam Syahputra).
Sejumlah pengendara melintasi proyek perbaikan ruas Jalan Aek Nabara–Negeri Lama hingga Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang di Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (26/6/2026). Pemprov Sumut menangani perbaikan sepanjang 10 kilometer yang ditargetkan selesai pada akhir 2026. (Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut/Imam Syahputra).

LABUHANBATU, METRODAILY – Harapan baru muncul bagi masyarakat di tiga kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu. 

Perbaikan ruas jalan Aek Nabara–Negeri Lama hingga Tanjung Sarang Elang sepanjang 10 kilometer yang tengah dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara diyakini akan menghidupkan kembali perekonomian, meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus memperlancar akses masyarakat menuju layanan kesehatan.

Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bilah Hulu, Bilah Hilir, dan Panai Hulu tersebut selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah. Padahal, jalur ini merupakan akses utama masyarakat menuju Rantauprapat sebagai ibu kota Kabupaten Labuhanbatu, sekaligus jalur strategis yang sebelumnya ramai dilalui pengguna jalan dari Tanjungbalai menuju Aek Nabara melalui penyeberangan Sei Berombang.

Baca Juga: Pj Sekdaprov Sumut Buka Raker FWP, Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan

Murni, pemilik warung makan di Tanjung Sarang Elang, mengaku kerusakan jalan membuat arus kendaraan menurun drastis sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.

"Kalau dulu 10-15 tahun lalu pas jalannya lebih bagus banyak yang melintas dari sini. Yang dari Tanjungbalai naik speedboat ke Sei Berombang karena kalau dari jalan lintas jauh. Tapi karena jalannya rusak, banyak yang pilih jalan utama," ujar Murni, Jumat (26/6/2026).

Ia berharap perbaikan jalan segera rampung agar aktivitas ekonomi kembali bergairah dan distribusi barang menjadi lebih lancar.

Baca Juga: Bobby Nasution Sikat Pungli di Sidebuk-Debuk, Personel Gabungan Jaga Akses Wisata 24 Jam

Menurutnya, kawasan Tanjung Sarang Elang memiliki potensi wisata yang besar, mulai dari Wisata Dua Pulau, Pulau Sikantan, kolam renang, hingga berbagai destinasi wisata bahari lainnya. Namun, kerusakan jalan membuat jumlah wisatawan terus menurun.

"Lumayan dulu pengunjungnya. Semakin parah kerusakan jalannya makin sedikit orang datang, malah ada yang sudah tutup. Makanya kami mohon jalan ke kampung kami cepat diperbaiki biar perekonomian bisa membaik," katanya.

Selain menghambat aktivitas ekonomi, kondisi jalan rusak juga berdampak pada pelayanan kesehatan. Warga Aek Nabara, Amodi Dumoli Tua Sihite, mengaku pernah kehilangan tetangganya yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit karena lambatnya akses akibat kondisi jalan.

Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata

"Itulah, karena tak bisa cepat karena jalan rusak meninggal di perjalanan tetangga saya. Memang sudah takdir Allah, tapi agak disayangkan orang terlambat diobati karena jalan. Kami sangat berharap jalan ini cepat selesai," ujar Amodi.

Saat ini, Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya tengah mengerjakan perbaikan ruas Aek Nabara–Negeri Lama serta Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang dengan total panjang 10 kilometer. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Sumut, Henri Syahrizal, mengatakan pekerjaan dibagi dalam dua paket, yakni tiga kilometer untuk ruas Aek Nabara–Negeri Lama dan tujuh kilometer untuk ruas Negeri Lama–Panai Hulu.

Baca Juga: Optimalkan Pajak Daerah, Bank Sumut dan Pemkab Deli Serdang Luncurkan QResto

"Targetnya selesai akhir tahun. Tiga kilometer di paket pertama Aek Nabara–Negeri Lama dan tujuh kilometer di paket kedua Negeri Lama–Panai Hulu. Kami mohon maaf apabila pekerjaan ini mengganggu kenyamanan pengguna jalan," kata Henri.

Perbaikan jalan tersebut diharapkan mengembalikan fungsi ruas ini sebagai jalur utama mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, menghidupkan kembali sektor pariwisata, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Dengan infrastruktur yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi di tiga kecamatan tersebut diharapkan kembali meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (rel)

Editor : Editor Satu
#pemprov sumut #perbaikan jalan #Gubsu Bobby Nasution