TOBA, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Toba mengusulkan pembangunan dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri baru guna memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan menengah di daerah tersebut.
Usulan tersebut disampaikan Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu saat melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga di Medan, Senin (15/6).
Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba Natalia Silitonga serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Try Sutrisno Pandapotan.
Baca Juga: Duduk Santai di Warung, Pengedar Ganja di Siantar Diciduk Polisi
Audiensi membahas rencana pendirian dua SMA Negeri baru yang akan dibangun di Kecamatan Porsea dan Kecamatan Balige.
Bupati Effendi menjelaskan Kecamatan Porsea hingga saat ini belum memiliki SMA Negeri. Akibatnya, banyak siswa harus melanjutkan pendidikan ke wilayah lain untuk memperoleh layanan pendidikan menengah.
Menurutnya, kehadiran SMA Negeri di Porsea sangat dibutuhkan untuk mendekatkan akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain Porsea, Pemkab Toba juga mengusulkan pembangunan SMA Negeri di wilayah Kecamatan Balige yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tampahan.
Baca Juga: Wali Kota Wesly Minta Siswa SMPN 1 Siantar Jauhi Bullying, Tawuran dan Narkoba
Meski Balige telah memiliki sejumlah SMA dan SMK, sebagian besar sekolah berada di kawasan Soposurung sehingga diperlukan pemerataan akses pendidikan di wilayah lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, masyarakat telah menyediakan lahan hibah untuk pembangunan kedua sekolah.
Untuk SMA Negeri di Kecamatan Porsea, masyarakat Desa Parparean I menghibahkan lahan seluas 25.000 meter persegi atau sekitar 2,5 hektare.
Sementara untuk pembangunan SMA Negeri di wilayah Balige, masyarakat Desa Bonan Dolok III telah menyediakan lahan hibah seluas 28.686 meter persegi.
Baca Juga: Tragis! Satu Keluarga Disambar Petir Saat Berteduh, Istri Tewas dan Suami Kritis
Dalam audiensi itu, Bupati juga memaparkan data jumlah siswa di wilayah yang diusulkan.
Di Kecamatan Balige terdapat delapan SMP dengan jumlah siswa sebanyak 252 orang di kelas VII dan 822 orang di kelas VIII.
Sedangkan di Kecamatan Porsea terdapat tiga SMP dengan jumlah 356 siswa kelas VII dan 414 siswa kelas VIII.
Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan sekolah lanjutan tingkat atas yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Saksi Lihat Pria Misterius Siram Cairan Diduga Bensin Sebelum Pasar Parluasan Siantar Terbakar
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Toba dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata dia, mendukung penuh pendirian Unit Sekolah Baru (USB) dan siap menyiapkan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan sebagai dasar perencanaan pembangunan sekolah.
Meski demikian, terdapat sejumlah persyaratan yang perlu diselesaikan, terutama terkait status aset dan sertifikasi lahan hibah.
Pemprov Sumut juga meminta Pemkab Toba berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat penerbitan sertifikat atas lahan yang telah disiapkan masyarakat.
Baca Juga: Syifa Hadju Bantah Isu Hamil, Unggahan di Threads Diduga Jadi Jawaban
Selain itu, distribusi tenaga pendidik menjadi perhatian penting mengingat pemerintah saat ini tidak lagi membuka pengangkatan guru honorer baru melalui APBN, APBD maupun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Karena itu, Dinas Pendidikan Sumut tengah melakukan pemetaan kebutuhan dan distribusi guru pada 14 cabang dinas pendidikan di wilayah Sumatera Utara.
Bupati Effendi menyambut baik dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh persyaratan yang diperlukan.
Baca Juga: Tengku Dewi Blak-blakan Jelaskan Perceraian ke Anak: Papa Punya Kehidupan Baru
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan masyarakat, pembangunan dua SMA Negeri baru tersebut diharapkan segera terwujud guna memperluas akses pendidikan dan mencetak generasi muda Toba yang unggul serta berdaya saing. (net)
Editor : Editor Satu