Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Viral Pungli di Danau Toba, Pelaku Ancam Rusak Mobil Wisatawan 

Leo Sihotang • Rabu, 17 Juni 2026 | 08:56 WIB
Pemandangan Danau Toba Parapat dari Jalan Besar Siantar-Parapat, Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Pemandangan Danau Toba Parapat dari Jalan Besar Siantar-Parapat, Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

 SAMOSIR, METRODAILY- Video yang menyebutkan wisatawan lokal menjadi korban pungutan liar, saat berada di Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, heboh di media sosial. Pelaku mengancam akan memecahkan kaca mobil korban bila tidak diberi uang Rp 20.000. 

Dilihat dari akun Instagram @sumaterainsighfeed, tampal pelaku berbaju merah di dampingi 2 pria lain adu mulut dengan wisatawan di Samosir. Lelaki berbaju merah menyebut bahwa lokasi tempat wisatawan berfoto merupakan milik pribadinya. 

Pria itu kemudian mengarahkan batu di tangannya ke mobil bila tidak diberi uang Rp 20.000. Karena ketakutan wisatawan tersebut akhirnya menyerahkan uang itu ke pemuda yang mengancamnya. 

"Kasih aja," ujar wisatawan lokal lalu meninggalkan lokasi wisata. 

Di narasi video disebutkan aksi pungli terjadi di kawasan Bukit Anduhur, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir pada Minggu (17/5/2026). 

"Menurut informasi yang beredar, pengunjung diminta uang masuk sebesar Rp20.000 secara paksa oleh seorang pria sambil membawa batu. Karena merasa takut, penumpang akhirnya memberikan uang tersebut,'' tulis narasi video. 

Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Edward Sidauruk membenarkan insiden itu, kata itu merupakan peristiwa lama dan pelakunya inisial BS, sudah ditangkap, saat video itu viral sekitar sebulan lalu. 

"Sudah lama itu kejadiannya (sebulan lalu), kita langsung bergerak cepat pelaku sudah diamankan," ujar Edward saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (15/6/2026). 

Kata dia pelaku merupakan warga sekitar, saat kejadian wisatawan mendatangi salah satu spot wisata untuk berfoto. Lokasinya ternyata milik keluarga pelaku. 
"Intinya lokasi itu baru dikenal masyarakat lalu didatangi (wisatawan) melihat pemandangan. Terus pelaku siapkan tempat parkir dan kamar mandi gitu," ujar Edward. Kemudian pelaku meminta uang parkir Rp 20.000 hingga terjadi cekcok dengan wisata lokal hingga akhirnya viral seperti video beredar. 

Namun pasca diamankan pelaku sudah meminta maaf dan berjanji tidak melakukan perbuatannya lagi lalu korban juga tidak membuat laporan. Polisi selanjutnya melakukan pembinaan kepada pelaku. 

"Jadi kemarin sudah kita lakukan pembinaan dan dia (pelaku) telah meminta maaf tidak akan melakukan dan tidak akan ada lagi kejadian seperti itu," ucap Edward. (net)

 

Editor : Leo Sihotang
#samosir