360 Jemaah Haji Kloter 10 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air

Editor Satu • Dipublikasikan Minggu, 14 Juni 2026 | 09:10 WIB
Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara Zulkifli Sitorus menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 10 Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.
Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara Zulkifli Sitorus menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 10 Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.

MEDAN, METRODAILY – Sebanyak 360 orang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Debarkasi Medan tiba kembali di Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.

Kedatangan para jemaah dan petugas haji disambut dalam acara penerimaan yang berlangsung di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 00.05 WIB.

Sebelumnya, rombongan jemaah tiba melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, dan selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan menggunakan iring-iringan bus.

Berdasarkan data manifes, Kloter 10 Debarkasi Medan terdiri atas 354 jemaah haji dan enam petugas kloter. Jemaah berasal dari Kabupaten Deli Serdang sebanyak 207 orang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan 146 orang, serta Kota Medan satu orang.

Selain petugas kloter, turut mendampingi para jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji hingga kepulangan ke Tanah Air yakni petugas haji daerah dan petugas pusat.

Acara penyambutan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Dr H Zulkifli Sitorus MA, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Deli Serdang Dr Zainal Abidin Hutagalung, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan Ir Ralikul Rahman, Sekretaris PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan Dr H Torang Rambe MAg, unsur Baznas Sumatera Utara, serta jajaran PPIH dan P3IH.

Dalam sambutannya, Zulkifli Sitorus mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah menyelesaikan ibadah haji dan kembali ke kampung halaman dengan selamat.

Ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari keberhasilan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan perilaku dan kualitas kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Ibadah tidak berhenti setelah haji selesai. Seluruh amalan, doa, dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama di Tanah Suci harus terus dipelihara dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Haji mabrur harus mampu menghadirkan keteladanan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, para jemaah diharapkan dapat menjadi figur teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat melalui peningkatan kualitas ibadah, kepedulian sosial, dan akhlak yang lebih baik.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah memberikan pelayanan maksimal selama proses penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi melayani jemaah. Kami juga memohon maaf apabila selama proses pelayanan masih terdapat kekurangan,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama operasional haji, dilakukan pengalungan selempang apresiasi kepada petugas kloter yang diwakili Ketua Kloter Liberni Berlian dan Dokter Kloter dr Zakiyah Ulfa Huseini.

Pada kesempatan yang sama, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) turut memberikan edukasi kesehatan kepada para jemaah. dr Riza Pahlevi mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pascakepulangan dari Arab Saudi.

Ia mengimbau para jemaah untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari, menggunakan masker saat berinteraksi dengan keluarga maupun masyarakat, menjaga kebersihan diri, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan kesehatan.

“Jika mengalami demam, batuk, sesak napas, atau gejala lainnya setelah kembali dari Tanah Suci, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan informasikan bahwa bapak dan ibu baru pulang dari ibadah haji,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit serta memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dengan baik setelah menjalani perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Usai mengikuti seluruh rangkaian acara penerimaan, para jemaah menerima paspor, air zamzam, dan barang bawaan sesuai nomor manifes sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.

Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan saat para jemaah bersiap kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga setelah lebih dari satu bulan menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kepulangan Kloter 10 Debarkasi Medan menjadi momentum penuh syukur sekaligus awal bagi para jemaah untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pengalaman spiritual yang diperoleh selama di Makkah dan Madinah dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. (rel/syam)

Editor : Editor Satu
jamaah haji debarkasi Medan