Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dusun 8 Desa Pertahanan Asahan Belum Dialiri Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok

Metro-Esa • Kamis, 11 Juni 2026 | 17:43 WIB
Pelajar dan warga menggunakan lampu teplok untuk penerangan malam hari.
Pelajar dan warga menggunakan lampu teplok untuk penerangan malam hari.

ASAHAN, METRODAILY - Walaupun hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat Kecamatan, masyarakat di Dusun 8 Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang terkesan terabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.

Menurut keterangan dari sejumlah warga setempat, selain infrastruktur jalan yang sama sekali tidak pernah tersentuh, sebanyak 120 orang di Dusun tersebut juga selama puluhan tahun harus hidup tanpa adanya penerangan listrik.

Nazar Muliyono selaku kepala dusun VIII Desa Pertahanan saat dikonfirmasi merasa iri dengan keadaan Dusun lainnya yang sudah teraliri listrik.

"Tapi mau bagaimana lagi bang, sampai sekarang juga tak ada listrik masuk di Dusun kami ini. Sudah berulangkali kami bermohon kepada pihak Pemerintah Kabupaten Asahan dan legislatif, namun, belum terealisasi hingga saat ini. Semua itu hanya janji tinggal janji saja," ucapnya didampingi warga lainnya dengan nada sedih saat bercerita kepada wartawan ini, Rabu (10/6/2026) malam.

Baca Juga: Blackout Sumatera, Gubsu Bobby Minta PLN Pastikan Listrik Tak Padam Lagi

Menurutnya, Dusun yang dihuni oleh 120 penduduk bagaikan kampung yang sangat terisolir dan terabaikan karena sama sekali tidak menikmati hasil dari pembangunan.

"Abang lihat saja, jalan ke kampung kami pun kondisinya rusak parah dan becek dikala musim hujan serta berdebu apabila kemarau, " terangnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Nurdin Nasution (70). Dirinya mengaku sangat prihatin melihat kondisi Dusunnya yang sama sekali tidak pernah tersentuh pembangunan.

"Semua penduduk di Dusun ini selalu berangan- angan bisa segera menikmati fasilitas akan kebutuhan listrik sebelum akhir hayat saya," sebutnya sambil meneteskan air mata.

Ia merasa sangat sedih ketika melihat anak-anak yang tetap semangat untuk belajar pada malam hari meskipun tanpa adanya arus listrik.

Baca Juga: PLN Pastikan Listrik Sumatera Pulih Total, Blackout Dipastikan Bukan Sabotase

"Kami merasa khawatir bang, Dusun 8 nantinya akan menjadi kampung hantu karena tidak berpenghuni lagi. Saat ini saja, sebagian besar warga sudah meninggalkan rumah karena tidak tahan dengan hidup tanpa listrik, mengingat anak- anak mereka yang harus belajar dan bersekolah," ucapnya.

 

Masih menurut mereka, jarak jaringan tiang listrik terakhir ke Dusun tersebut hanya berjarak 3 kilometer dan berjarak hanya beberapa kilometer dari pusat Kecamatan.

"Namun, aspirasi warga selama ini tetap juga tidak terlaksana dan terealisasi. Sebagian besar warga di Dusun ini berpenghasilan dari hasil perkebunan. Belasan rumah yang dibangun di atas lahan masing-masing itu hanya berdinding kayu papan dan beralaskan tanah dan jauh dari kesan mewah karena tidak adanya televisi dan mesin penanak nasi," ketusnya.

Baca Juga: Nelayan Asahan Keluhkan Perluasan Areal Budidaya Tambak Kerang

Mereka berharap kepada Pemerintah agar segera memperhatikan nasib seluruh masyarakat di Dusun 8 Desa Pertahanan.

"Hal tersebut bertujuan agar warga disini bisa menikmati indahnya kemerdekaan baik itu dari segi penerangan maupun infrastruktur," harap mereka.(ded)

Editor : Metro-Esa
#LAMPU TEPLOK #listrik #asahan