MEDAN, METRODAILY - Kepulangan jamaah haji kelompok terbang (Kloter) 8 di Asrama Haji Medan Jl. Jenderal Besar A.H. Nasution, Pangkalan Masyhur, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara Rabu (10/06/26), sekira pukul 20.00 WIB, malam disambut bahagia oleh petugas haji dan keluaga jamaah.
Terpantau sebelum jamaah tiba para keluarga jemaah sudah memadati Asrama Haji Medan menanti kepulangan sanak keluarga.
Setibanya di Aula Madinatul Hujat Asrama Haji Medan para jamaah disambut dengan lantunan sholawat oleh petugas haji.
Pimpinan KBIHU Hijir Ismail, H. Pahru Rahman saat temu pers mengucapkan syukur Alhamdulilah.
"Alhamdulilah, semua proses perjalanan mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di tanah suci serta perjalana kembali ke tanah air berjalan lancar seperti yang kita harapkan," ucapnya.
Baca Juga: 359 Jemaah Haji Kloter 07 Debarkasi Medan Pulang Selamat
Disisi lain H. Pahru Rahman juga menyampaikan apresiasi atas pelayana yang di berikan Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) baik di tanah air mau pun di tanah suci.
"Sejauh ini pelayanan yang di berikan Kemenhaj baik mulai dari keberangkatan sampai pemulangan serta saat melaksanakan ibadah di tanah suci sangat baik. Meskipun ini tahun pertama kalinya Kemenhaj mengurus pelaksanaan haji," tuturnya.
Terpisah dalam pidatonya saat penyambutan kepulangan jamaah haji koloter 8, Kepala Kantor Kementria Haji dan Umroh Provinsi Sumatra Utara yang juga Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jemaah Kloter 08 dengan selamat.
Baca Juga: 342 Jemaah Haji Madina Tiba di Tanah Air, Bupati Antisipasi Kuota 2027
"Alhamdulillah, bapak dan ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Kami mengucapkan selamat datang dan selamat kembali ke tanah air. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kehidupan bapak dan ibu sekalian," ucapnya
Zulkifli menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan spiritual seorang muslim. Menurutnya, kemabruran haji justru diuji setelah jemaah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia mengajak seluruh jemaah untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama berada di tanah suci, seperti memperbanyak zikir, memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Empat puluh hari di Tanah Suci merupakan proses pembelajaran spiritual yang sangat berharga. Haji yang mabrur akan terlihat dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke kampung halaman. Jadilah teladan yang membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat," pesanya.(sir)
Editor : Metro-Esa