Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Heboh Guru dan Siswa Digerebek Warga, Sekolah Klaim Sudah Laporkan ke Dinas

Editor Satu • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:30 WIB
Seorang oknum guru PPPK pacari seorang siswa, diduga melanggar etik.
Seorang oknum guru PPPK pacari seorang siswa, diduga melanggar etik.

TAPTENG, METRODAILY – Dugaan pelanggaran etik yang melibatkan seorang oknum guru PPPK di SMP Negeri 3 Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi sorotan publik.

Guru berinisial JS yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris diduga menjalin hubungan pribadi dengan seorang siswa berinisial TN.

Kasus tersebut disebut telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah sekitar satu bulan lalu. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait tindak lanjut maupun proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Kepala SMP Negeri 3 Pandan, Rosnauli Sibuea, mengungkapkan bahwa perilaku JS mulai menjadi perhatian pihak sekolah sejak sekitar enam bulan terakhir.

Menurut Rosnauli, guru tersebut mengakui memiliki hubungan khusus dengan siswa yang bersangkutan. Bahkan, keduanya disebut sempat diamankan warga setelah diduga berada bersama di luar jam yang wajar.

“Ibu JS mengaku berpacaran dengan siswa TN ini. Bahkan mereka sempat digerebek warga. Saat itu kepala desa datang ke lokasi dan dilakukan mediasi hingga dini hari,” kata Rosnauli kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Selain itu, pihak sekolah juga menerima keluhan dari orang tua siswa terkait aktivitas JS yang diduga kerap membawa sejumlah peserta didik keluar lingkungan sekolah hingga malam hari.

“Ibu JS pernah membawa siswa ke pantai setelah jam pulang sekolah. Siswa baru dipulangkan sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB sehingga membuat orang tua khawatir,” ujarnya.

Rosnauli mengatakan pihak sekolah telah beberapa kali melakukan pembinaan dan mediasi. Sekolah juga telah memberikan surat peringatan kepada yang bersangkutan. Namun, permasalahan tersebut disebut belum terselesaikan.

Atas berbagai laporan yang diterima, sekolah kemudian menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan mengirimkannya kepada Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah untuk ditindaklanjuti.

“Surat BAP sudah sekitar satu bulan kami kirimkan ke Dinas Pendidikan. Biasanya akan ada proses verifikasi dan pemanggilan. Sampai sekarang kami masih menunggu respons,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sitio-Tio Hilir, Maryono Pasaribu, membenarkan adanya peristiwa penggerebekan yang dilakukan warga setelah menerima laporan mengenai dugaan hubungan tidak semestinya antara guru dan siswa tersebut.

Menurut Maryono, dirinya bersama perangkat desa turun ke lokasi untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri oleh massa yang telah berkumpul.

“Ketika kami datang ke lokasi, warga sudah ramai. Kami kemudian melakukan mediasi dan meminta keterangan dari pihak yang bersangkutan,” ujarnya.

Dalam proses mediasi yang melibatkan keluarga dan pihak sekolah, sempat muncul usulan penyelesaian melalui pernikahan. Namun rencana tersebut tidak dilanjutkan karena mempertimbangkan status siswa yang masih di bawah umur serta masa depannya.

Maryono juga mengungkapkan bahwa pihak desa telah menjatuhkan sanksi sosial berupa larangan bagi oknum guru tersebut untuk menetap di wilayah desa.

Saat ini, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, siswa yang bersangkutan disebut telah meninggalkan daerah untuk merantau, sementara oknum guru tidak lagi tinggal di wilayah Desa Sitio-Tio Hilir.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah maupun oknum guru yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut perlindungan peserta didik serta integritas tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku. (net)

Editor : Editor Satu
#Guru pacari siswa