MEDAN, METRODAILY – Sebanyak 34 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pematangsiantar dilaporkan berhenti beroperasi akibat terkendala pencairan anggaran operasional dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Medan, Donal Simanjuntak, mengatakan total terdapat 45 dapur MBG di sejumlah daerah yang mengalami kendala serupa, namun laporan yang masuk baru berasal dari dua wilayah, yakni Kabupaten Asahan dan Kota Pematangsiantar.
“Ada laporan sporadis dana yang belum top-up. Asahan itu ada 11, Kota Pematangsiantar ada 34 SPPG,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Donal menjelaskan pihaknya belum memiliki data lengkap terkait jumlah dapur yang benar-benar berhenti beroperasi, karena laporan yang masuk masih bersifat terbatas dari daerah.
Menurutnya, proses pencairan anggaran operasional SPPG melibatkan tahapan administratif yang cukup panjang, mulai dari sistem pusat di Jakarta, Kementerian Keuangan, hingga penyaluran melalui perbankan.
“Transaksinya di Jakarta, kemudian ke Kementerian Keuangan, lalu ke bank. Prosesnya bertahap,” jelasnya.
Ia juga menyebut salah satu faktor keterlambatan bisa terjadi akibat ketidakkonsistenan laporan harian dari pengelola dapur, yang berdampak pada proses verifikasi dan pencairan dana.
Meski demikian, Donal menyampaikan bahwa sebagian dapur MBG di Kota Pematangsiantar sudah kembali menerima pencairan dana secara bertahap, meski sebagian lainnya masih menunggu proses lanjutan.
“Sebagian sudah cair, tapi ada juga yang belum karena masih dalam proses,” tambahnya.
Kondisi ini membuat sejumlah dapur SPPG di beberapa daerah terpaksa menghentikan sementara operasional sambil menunggu kepastian pencairan anggaran dari pemerintah pusat. (dtc)
Editor : Editor Satu