Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Umur Harapan Hidup Warga Sumut Naik dan Angka Kematian Ibu Turun Drastis

Editor Satu • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:30 WIB
 Gubernur Sumut Bobby Nasution menjawab pertanyaan wartawan terkait percepatan program Puskesmas rawat inap di daerah terpencil di Kantor Gubernur Sumut.
Gubernur Sumut Bobby Nasution menjawab pertanyaan wartawan terkait percepatan program Puskesmas rawat inap di daerah terpencil di Kantor Gubernur Sumut.

MEDAN, METRODAILY — Derajat kesehatan masyarakat Sumatera Utara menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH), penurunan signifikan Angka Kematian Ibu (AKI), hingga penguatan akses layanan kesehatan yang semakin merata.

Keberhasilan tersebut disebut menjadi hasil penguatan program kesehatan terintegrasi yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumut melalui pendekatan promotif, preventif, hingga peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, mengatakan dari tujuh indikator kinerja utama sektor kesehatan, lima indikator berhasil melampaui target dengan capaian di atas 100 persen.

Baca Juga: Siswi SMAN 1 Kabanjahe Lolos Seleksi Menuju Tingkat Nasional, Audiensi ke Bupati

“Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan pendekatan holistik yang dilakukan bersama antara instansi pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam penguatan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi di Sumut,” kata Faisal, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2025 yang telah direviu Inspektorat Sumut, salah satu indikator penting yakni Umur Harapan Hidup masyarakat Sumut mencapai 74,19 tahun atau melampaui target 74,01 tahun dengan realisasi 100,24 persen.

Capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan konsisten dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, UHH Sumut tercatat 73,90 tahun, sementara pada 2023 berada di angka 73,67 tahun.

Baca Juga: Bupati Karo Lepas Pawai Takbiran Iduladha, Ribuan Warga Semarakkan Kota Kabanjahe

“Peningkatan usia harapan hidup menunjukkan kualitas hidup masyarakat serta akses terhadap fasilitas kesehatan yang semakin membaik,” ujarnya.

Capaian paling menonjol terjadi pada sektor kesehatan ibu dan anak. Angka Kematian Ibu di Sumut berhasil ditekan hingga 45,38 per 100 ribu kelahiran hidup, jauh lebih rendah dibanding target 65,78 per 100 ribu kelahiran hidup atau mencapai realisasi 131,01 persen.

Angka tersebut juga jauh lebih baik dibanding rata-rata nasional tahun 2025 yang tercatat sebesar 85,17 per 100 ribu kelahiran hidup.

Baca Juga: Gudang Diduga Tanpa Ijin di Dusun Gariang Janji Labuhanbatu Jadi Sorotan Publik

Perbaikan serupa juga terlihat pada Angka Kematian Bayi (AKB) yang turun menjadi 3,20 per 1.000 kelahiran hidup, lebih baik dari target 3,28 per 1.000 kelahiran hidup.

Menurut Faisal, implementasi sistem pelaporan berbasis nama dan alamat melalui aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) milik Kementerian Kesehatan membantu fasilitas kesehatan merespons risiko kematian ibu dan bayi lebih cepat.

Selain itu, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga berhasil melampaui target dengan capaian 100,67 persen dari target 98,6 persen. Capaian tersebut membuat Sumut tetap mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) sehingga masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang lebih luas.

Baca Juga: Libur Panjang Dongkrak Trafik Tol Trans Sumatera hingga 19,7 Persen

Dari sisi mutu pelayanan, persentase fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang memperoleh akreditasi paripurna meningkat menjadi 53,96 persen, melampaui target 41,1 persen.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Sumut masih memberi perhatian pada indikator angka kesakitan (morbiditas) yang terealisasi 10,43 persen dari target 10,03 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi tantangan perubahan lingkungan dan meningkatnya beban penyakit menular maupun tidak menular.

Sementara untuk prevalensi stunting, Pemprov Sumut masih menunggu rilis final dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Bupati Karo Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden untuk Warga Tigapanah

Tahun 2026, Pemprov Sumut menargetkan percepatan program promotif dan preventif melalui penguatan layanan primer berbasis digital, optimalisasi posyandu aktif hingga intervensi gizi terpadu.

“Pemprov Sumut berkomitmen memastikan peningkatan indeks kesehatan bukan hanya capaian statistik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Faisal. (Rel)

Editor : Editor Satu
#kesehatan masyarakat #umur harapan hidup