MEDAN, METRODAILY – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meminta PT PLN menjadikan peristiwa blackout yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera pada 22 Mei 2026 sebagai evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Permintaan itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Mundakhir Salman, di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2026).
Menurut Bobby, pemadaman listrik berskala besar dengan durasi yang cukup lama telah menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi hingga pelayanan publik.
"Saya melihat kemarin dari apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Sudah kita minta antisipasi seluruh pemerintahan untuk menggunakan genset. Namun karena terjadi secara tiba-tiba, tidak semua bisa ter-cover," kata Bobby.
Jangan Ada Lagi Blackout Tahunan
Bobby menegaskan, gangguan listrik massal yang hampir terjadi setiap tahun di Pulau Sumatera tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Apalagi saat ini pemerintah sedang mendorong transformasi penggunaan energi listrik di berbagai sektor kehidupan.
Mulai dari rumah tangga, kendaraan pribadi hingga transportasi umum, semuanya diarahkan menggunakan energi listrik.
"Hari ini pemerintah meminta semua serba listrik, mulai dari kompor, mobil bahkan transportasi umum seperti bus sudah menggunakan listrik. Karena itu kami meminta jaminan pasokan listrik yang andal. Jangan lagi ada istilah blackout setiap tahun karena dampaknya sangat luas dan berlangsung lama," tegasnya.
Soroti Rumah Sakit dan Layanan Vital
Selain meminta peningkatan keandalan sistem kelistrikan, Bobby juga menyoroti pentingnya ketersediaan sistem cadangan listrik, khususnya pada fasilitas vital seperti rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan.
Menurutnya, fasilitas kesehatan membutuhkan pasokan listrik yang stabil karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Padahal sebelumnya pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) berada dalam kondisi surplus.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby turut meminta PLN memperkuat infrastruktur kelistrikan di wilayah Kepulauan Nias.
Ia menilai kebutuhan listrik masyarakat di kawasan kepulauan harus dipenuhi melalui pembangunan pembangkit dan peningkatan kapasitas jaringan agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
PLN Minta Maaf
Menanggapi permintaan tersebut, General Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya blackout yang dipicu gangguan pada jaringan transmisi listrik bertegangan ekstra tinggi di wilayah Jambi.
Gangguan tersebut berdampak terhadap sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara sehingga menyebabkan pemadaman meluas di sejumlah daerah.
Meski demikian, PLN memastikan akan meningkatkan kesiapan sistem kelistrikan, termasuk untuk mendukung berbagai agenda nasional yang akan digelar di Sumatera Utara.
"Khusus di daerah bencana, tinggal Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih memerlukan perbaikan. Untuk pelaksanaan Piala AFF, kami akan melakukan persiapan yang lebih baik," ujar Mundakhir.
Pemprov Sumut berharap kejadian blackout yang melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah daerah beberapa waktu lalu menjadi yang terakhir, sehingga ke depan pasokan listrik dapat lebih andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta pelayanan publik di Sumatera Utara. (rel)
Editor : Editor Satu