Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Target PAD Retribusi Sampah Tak Tercapai, DLH Sebut Kesadaran Masyarakat Kurang

Metro-Esa • Minggu, 24 Mei 2026 | 17:04 WIB
Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan.
Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan.

ASAHAN, METRODAILY- Pencapaian retribusi sampah yang menjadi salah satu pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Asahan ternyata tidak dikelola secara maksimal.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Asahan diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup dalam mencapai target PAD dari retribusi sampah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ternyata, banyak sektor yang dapat dikelola untuk mencapai PAD, namun, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan diduga tidak maksimal untuk mengoptimalkan kinerjanya dalam mencapai target PAD dari retribusi sampah.

Berdasarkan informasi yang diterima, tidak maksimalnya pencapaian PAD dari retribusi disebabkan oleh beberapa faktor, sehingga sering kali berujung pada menurunnya partisipasi masyarakat dalam membayar retribusi sampah tersebut.

Baca Juga: DLH Asahan Inspeksi Ke Kandang Bebek Di Dusun 4 Desa Tanjung Alam

Adapun beberapa faktor yang membuat tidak maksimalnya pencapaian PAD tersebut seperti buruknya kualitas pelayanan yang diberikan, pembaruan data wajib retribusi yang lambat, sampai dengan terbatasnya penagihan yang memicu ada kebocoran.

Sejumlah warga saat dikonfirmasi mengaku jika Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan masih minim untuk peningkatan kualitas layanan.

"Pastikan jadwal pengangkutan sampah berjalan tepat waktu. Kepercayaan masyarakat akan meningkat untuk membayar retribusi jika layanan kebersihan dirasa optimal," jelas mereka pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga: DLH Asahan Belum Terima Laporan Penggalian Tanah Urug

Selain itu, lanjut mereka, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan sebaiknya kembali melakukan pendekatan persuasif dan melaksanakan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya retribusi sebagai kontribusi langsung untuk pemeliharaan lingkungan.

"Intinya, pejabatnya harus turun ke lapangan donk, jangan hanya menerima laporan dari kertas saja," tegas mereka.

Minimnya capaian retribusi sampah ini diklaim Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, Joni Perdamaian Barus, SE lantaran beberapa faktor.

Baca Juga: UPTD Laboratorium DLH Asahan Berubah Status jadi BLUD

"Sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan PAD retribusi sampah itu seperti pembaruan data wajib retribusi yang lambat, terbatasnya proses penagihan sampai dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi sampah tersebut," jelas Joni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (22/5/2026).

Kedepannya, lanjut Joni, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten berusaha untuk meningkatkan PAD dari retribusi sampah.
"Pelan-pelan akan kita perbaiki bang,' katanya.

Namun sangat disesalkan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan terkesan tidak dapat menjelaskan terkait jumlah wajib retribusi yang saat ini telah terlayani pengangkutan sampahnya. (ded)

Editor : Metro-Esa
#retribusi sampah #asahan #DLH Asahan