PALAS, METRODAILY – Pondok Pesantren (Ponpes) Pondok Pesantren Ali Baharuddin, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, resmi melepas 266 santri tingkat MTs dan MA dalam prosesi penamatan Angkatan ke-V Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu (16/5/2026).
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Momen tersebut tidak hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga penanda dimulainya perjalanan baru para santri setelah menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Padang Lawas, Dr. Kasman, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa penamatan bukan akhir dari proses belajar.
Baca Juga: Pemko dan Polres Psp Gelar Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan
Ia meminta para lulusan terus melanjutkan pendidikan agar menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
“Selamat dan sukses kepada seluruh anak-anak kami. Namun ingat, ini bukan akhir dari perjalanan menuntut ilmu,” ujarnya.
Kasman juga mengingatkan pentingnya dukungan orang tua dalam perjalanan pendidikan anak-anak, baik secara moral maupun spiritual.
Baca Juga: Toyota Rush Hantam Rumah dan Warung di Sayur Matinggi, Motor Warga Ikut Rusak
Pimpinan Pesantren Pesan Jaga Nama Baik Almamater
Pimpinan Ponpes Ali Baharuddin, H. Faisal Haris Harahap, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di pesantren tersebut.
Ia berpesan agar lulusan tingkat MA menjaga nama baik almamater dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama mondok.
Sementara bagi santri tingkat MTs, ia mendorong agar melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di pesantren yang sama.
“Semoga ilmu yang didapat membawa keberkahan dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Bandar Sabu Asal Kisaran Diciduk di Batu Bara, Polisi Sita 77 Gram Sabu
Prosesi Cuci Kaki Orang Tua Pecah Tangis Haru
Suasana semakin emosional saat berlangsung tradisi bakti santri berupa prosesi mencuci kaki orang tua.
Ratusan santri tampak bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas pengorbanan selama ini.
Tangis haru pecah di tengah prosesi yang sarat nilai spiritual dan budaya tersebut.
Penamatan tahun ini mengusung motto:
“Jaga sholatmu, sayangi orang tuamu, dan muliakan gurumu.”
Baca Juga: Bupati Labura Promosikan Wisata Air Jernih Desa Hasang, Digadang Jadi Destinasi Favorit Baru
Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia para santri. (smg)