SIBOLGA, METRODAILY – Sejumlah aktivis pegiat sosial dari berbagai LSM yang tergabung dalam Aliansi Anak Indonesia mendatangi Polres Sibolga untuk menyuarakan keresahan terkait dugaan maraknya kembali kapal penangkap ikan menggunakan bahan peledak atau kapal bom.
Mereka mengingatkan aparat kepolisian agar tragedi ledakan kapal bom ikan yang pernah menelan korban jiwa beberapa tahun lalu tidak kembali terulang.
Audiensi berlangsung di ruang kerja Kasat Intelkam Polres Sibolga IPTU Suryantoni, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Hari Perawat Dunia di Humbahas Diisi Penguatan Kompetensi Tenaga Keperawatan
Kedatangan para aktivis dipicu temuan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan bongkar muat kapal bom di kawasan tangkahan Alindo Sibolga.
“Sudah pernah meledak beberapa tahun lalu. Jangan sampai meledak lagi,” ujar aktivis Poltak Silaban alias Reo-reo.
Aktivis Klaim Sudah Pernah Melapor
Poltak menyebut dirinya sebelumnya telah meminta pemilik tangkahan agar mengusir kapal-kapal yang diduga menggunakan bahan peledak.
Baca Juga: Jaringan Narkoba Simalungun–Batubara Dibongkar, Mahasiswa dan Bandar Sabu Diciduk
Ia juga mengaku sudah melaporkan dugaan aktivitas tersebut kepada pihak kepolisian.
“Ke Kasat Reskrim juga sudah pernah saya laporkan,” katanya.
Ketua Aliansi Anak Indonesia, Rudolf Siagian, menegaskan penggunaan bahan peledak sebagai alat tangkap ikan sangat berbahaya dan melanggar hukum.
Menurutnya, selain merusak ekosistem laut, praktik tersebut juga berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Idul Adha Jatuh 27 Mei 2026, Kemenag Tetapkan Hasil Sidang Isbat
“Kami hanya ingin meminta agar kapal bom diberantas dari Kota Sibolga,” ujarnya.
Aktivis Sebut Ciri-Ciri Hasil Bom Ikan Mudah Dikenali
Aktivis lainnya, Hendri Pakpahan, menyebut dugaan penggunaan bahan peledak sebenarnya cukup mudah dibuktikan.
Ia mengatakan indikasi bisa dilihat dari jenis hasil tangkapan hingga kondisi bagian dalam ikan.
“Ikan hasil bom biasanya memiliki kondisi tertentu yang bisa diperiksa di laboratorium,” jelasnya.
Baca Juga: Gudang B3 PPTK PTPN 3 di Sidamanik Dilalap Api, Truk Ikut Hangus Terbakar
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Intelkam IPTU Suryantoni mengaku pihaknya telah lama melakukan investigasi terkait dugaan aktivitas kapal berbahan peledak di Sibolga.
Dari hasil penelusuran, bahan peledak disebut diduga dipasok dari luar daerah melalui jalur laut.
“Barang itu dari Surabaya dan diangkut lewat jalur air,” ungkapnya.
Polisi Tegaskan Akan Tindak Tegas
Menurut Suryantoni, para pelaku kini mengubah pola distribusi agar tidak membawa bahan peledak ke darat karena pernah terjadi ledakan sebelumnya.
Baca Juga: Mayat Wanita Ditemukan Mengambang di Sungai Bah Bolon Simalungun
Namun ia menegaskan polisi tidak akan segan menindak jika ditemukan pelanggaran hukum di wilayah daratan Sibolga.
“Kalau memang dibawa dari daratan Sibolga, kami akan tindak tegas,” tegasnya. (ts)
Editor : Editor Satu