SIANTAR, METRODAILY – Suara tabuhan Gonrang Simalungun menggema di Balai Bolon GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun), Jalan Pdt J Wismar Saragih, Minggu (17/5) pagi.
Tabuhan alat musik tradisional itu menjadi penanda resmi dibukanya Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) GKPS Distrik I.
Acara pembukaan dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Liswati Wesly Silalahi, serta Sekjen GKPS Pdt Jan Hotner Saragih dan para tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Real Madrid Resmi Lepas Dani Carvajal, Sang Kapten Tinggalkan Bernabeu Setelah 13 Tahun
Pembukaan Pesparawi ditandai dengan penabuhan Gonrang Simalungun oleh Wali Kota Wesly Silalahi bersama jajaran GKPS dan tamu undangan.
Momen tersebut berlangsung khidmat dan meriah, sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya Simalungun dalam kegiatan keagamaan.
Pesparawi Jadi Wadah Pembinaan Iman Generasi Muda
Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Camp Nou Lepas Lewandowski, Tangis Haru Warnai Perpisahan Sang Legenda Barcelona
Ia menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar lomba paduan suara rohani, melainkan sarana pembinaan iman dan karakter anak-anak Sekolah Minggu.
“Melalui puji-pujian ini, anak-anak diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, berakhlak baik, dan memiliki kasih kepada sesama,” ujarnya.
Wesly juga berpesan agar peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kegiatan ini sebagai ruang mempererat persaudaraan.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi bagaimana memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki,” katanya.
Baca Juga: Jembatan Bah Bolum Diresmikan, Akses Penghubung Dua Huta di Simalungun
GKPS Tekankan Pembentukan Karakter
Sekjen GKPS Pdt Jan Hotner Saragih menegaskan bahwa Pesparawi berorientasi pada pemuliaan nama Tuhan sekaligus pembentukan karakter anak-anak Sekolah Minggu.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kerja sama, dan sikap hidup (attitude) sebagai bagian dari pendidikan iman.
“Atitude atau karakter adalah hasil akhir pendidikan. Ini yang kami harapkan terbentuk dalam diri anak-anak,” ujarnya.
Baca Juga: AI dan Koding Bakal Jadi Pelajaran Wajib SD–SMA, Kemendikdasmen Siapkan Guru
Anggota DPD RI Penrad Siagian dalam kesempatan itu juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan gereja sejak usia dini.
Ia menyebut, riset menunjukkan anak muda yang aktif sejak Sekolah Minggu cenderung tetap aktif dalam pelayanan gereja saat dewasa.
Ketua Panitia Frengki Boy Saragih yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
Baca Juga: Polres Siantar Tangkap 2 Pengedar Ekstasi di Lokasi Berbeda, 8 Butir Pil Disita
Ia menegaskan Pesparawi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta kerja sama dalam tim.
Acara turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, Sekda Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, perwakilan Forkopimda, serta pimpinan OPD Pemkab Simalungun. (esa)