MEDAN, METRODAILY — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Sumatera Utara menjadi pusat kegiatan Kicau Mania nasional melalui penyelenggaraan event burung berkicau berskala besar dan berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan Bobby Nasution saat membuka kontes burung berkicau dalam rangka Anniversary ke-4 Sedulur Kicau Mania Nusantara (SKMN) di Katamso Land, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Minggu (17/5/2026).
Di hadapan para peserta dan komunitas pecinta burung, Bobby menegaskan Pemerintah Provinsi Sumut siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan komunitas maupun event Kicau Mania di daerah.
Baca Juga: Pemkab Karo dan Tapsel Jajaki Kerja Sama Tekan Inflasi, Fokus Stabilkan Harga Pangan
“Kami dari Pemerintah Provinsi tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rasanya salah bagi kami kalau Pemerintah Provinsi tidak men-support kegiatan seperti ini ke depannya,” ujar Bobby Nasution.
Menurut Bobby, Sumut selama ini telah berhasil menjadi tuan rumah berbagai agenda olahraga nasional hingga internasional. Karena itu, ia berharap ke depan lahir turnamen atau piala tetap burung berkicau tingkat nasional yang menjadi ikon baru di Sumatera Utara.
“Tunggu ya, kita tunggu tandanya. Pokoknya event besar nasional kalau bisa kita buat di Sumatera Utara, kami support penuh dari pemerintah provinsi,” tegasnya.
Baca Juga: Poldasu Ringkus 342 Pelaku Narkoba dan Gempur 57 Sarang Peredaran
Selain menjadi ajang penyaluran hobi dan seni, Bobby menilai dunia Kicau Mania memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.
Ia mengatakan, perputaran ekonomi dari ekosistem burung berkicau turut menghidupkan berbagai sektor usaha kecil, mulai dari peternak burung, pengrajin kandang, penjual pakan, hingga pelaku UMKM lainnya.
“Dampak ekonominya sangat luar biasa. Bukan hanya bagi peserta lomba, tetapi juga berputar ke peternak, UMKM penyedia pakan, kandang, dan lainnya. Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, hobi ini justru membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” jelasnya.
Baca Juga: Bus Makaro Tekankan Keselamatan Penumpang, Sopir Diminta Tak Ugal-Ugalan di Jalan
Bobby juga mendorong komunitas Kicau Mania untuk mulai masuk ke industri kreatif dan dunia digital, termasuk melalui produksi lagu, film, maupun konten inspiratif tentang perjuangan merawat burung hingga menjadi juara nasional.
Sementara itu, Dewan Pembina SKMN Hidayat Batubara menjelaskan, komunitas SKMN lahir pada masa pandemi Covid-19 ketika aktivitas ekonomi masyarakat mengalami perlambatan.
Menurutnya, hobi merawat burung justru menjadi salah satu sektor yang mampu membantu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.
Baca Juga: BPJS Tenagakerjaan Cabang Binjai Salurkan Satunan Ahli Waris pada HUT Kota Binjai ke 154
“Waktu Covid-19 ekonomi macet, tetapi hobi ini justru menghidupkan peternak jangkrik, pakan burung, hingga pengrajin sangkar dan tempat mandi burung. Alhamdulillah sekarang ekonomi masyarakat bawah mulai bergerak dengan tumbuhnya peternak Murai Batu di Sumut dan Nusantara,” ungkap Hidayat.
Ia juga menyambut positif dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumut dan memastikan SKMN siap menggelar agenda yang lebih besar pada akhir tahun mendatang.
“Inilah kami, komunitas kecil tapi siap untuk dibesarkan. Insyaallah akhir tahun nanti kami akan mengemas dua agenda besar, termasuk Anniversary SKMN berskala nasional,” katanya. (rel)