Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

PTAR Operasikan Stasiun Riset Batang Toru, Teliti Orangutan Tapanuli hingga Bunga Bangkai Raksasa

Editor Satu • Senin, 18 Mei 2026 | 13:20 WIB
Stasiun Riset Batang Toru milik PT Agincourt Resources di kawasan konservasi Batang Toru, Sumatera Utara, mendukung penelitian biodiversitas dan perlindungan spesies langka.
Stasiun Riset Batang Toru milik PT Agincourt Resources di kawasan konservasi Batang Toru, Sumatera Utara, mendukung penelitian biodiversitas dan perlindungan spesies langka.

BATANG TORU, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR) memperkuat komitmen konservasi lingkungan melalui pengoperasian Stasiun Riset Batang Toru di kawasan hutan Batang Toru, Sumatera Utara.

Fasilitas penelitian yang berada di area konservasi seluas 1.985,47 hektare itu kini mampu menampung hingga 30 peneliti untuk melakukan riset biodiversitas, ekologi hutan tropis, hingga perubahan iklim.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengatakan stasiun riset tersebut menjadi pusat penelitian terpadu untuk mendukung perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan Batang Toru yang dikenal sebagai salah satu ekosistem bernilai konservasi tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Ayah Aniaya Anak 6 Tahun di Tapteng, Dipukul Pakai Tali Pinggang hingga Dilempar Keranjang

“Stasiun Riset Batang Toru menjadi bagian dari komitmen PTAR dalam mendukung konservasi berbasis sains, memperkuat penelitian biodiversitas, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian ekosistem Batang Toru secara berkelanjutan,” ujar Katarina.

Dikutip dari Tona Smartabe edisi April 2026, fasilitas riset yang berada di ketinggian sekitar 180 meter di atas permukaan laut tersebut dibangun untuk mendukung penelitian ilmiah dan pengembangan konservasi berbasis data.

Dalam operasionalnya, PTAR menggandeng berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional. Sejumlah institusi yang terlibat antara lain Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nasional (UNAS), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), hingga Pusat Riset Primata Universitas Nasional.

Baca Juga: PGN Perkuat Infrastruktur Gas dan LNG Demi Ketahanan Energi Nasional

Kolaborasi itu juga melibatkan Biodiversity Advisory Panel, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, serta Kementerian Kehutanan.

PTAR menyebut keberadaan stasiun riset memiliki empat fokus utama, yakni konservasi dan pelestarian ekosistem, pendidikan dan pelatihan, inovasi riset ilmiah, serta penguatan kolaborasi multipihak.

"Berbagai penelitian dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pemantauan flora dan fauna, penelitian biota air, hidrologi dan ekologi hutan, genetika dan bioinformatika, hingga riset perubahan iklim dan karbon," kata Katarina.

Baca Juga: Bandar Ekstasi di Toba Ditangkap, 243 Pil Disembunyikan di Kandang Babi

Selain itu, penelitian juga mencakup restorasi ekosistem, desain koridor satwa, penelitian mikroorganisme hutan, antropologi konservasi, hingga etnografi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Untuk mendukung aktivitas penelitian, PTAR melengkapi fasilitas dengan laboratorium ekologi, perpustakaan, tower pemantauan flora dan fauna, weather station, nursery, camera trap, bioacoustic recorder, drone thermal, hingga akses internet berbasis teknologi data.

Tak hanya melibatkan akademisi, PTAR juga menggandeng masyarakat lokal, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam patroli sosial dan pemantauan biodiversitas kawasan.

Baca Juga: Hakim Kabulkan Prapid Famoni Gulo, Polres Tapteng dan Polda Sumut Diminta Tindaklanjuti Kasus

"Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kawasan Batang Toru tercatat menjadi habitat penting sejumlah spesies langka dan dilindungi," jelas Katarina. 

Temuan tersebut meliputi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), kukang (Nycticebus coucang), burung rangkong (Buceros sp), burung kuau (Argusianus argus), hingga bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanium).

Temuan spesies langka tersebut semakin memperkuat posisi Batang Toru sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan biodiversitas tinggi di Sumatera Utara dan Indonesia. (tona/mea)

Editor : Editor Satu
#Stasiun Riset Batang Toru #bunga bangkai raksasa #orangutan tapanuli #PTAR #Agincourt Resources