LABUHANBATU, METRODAILY – Nama Haji S menjadi sorotan di Kabupaten Labuhanbatu setelah disebut-sebut memiliki pengaruh dalam proses penentuan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pengadaan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Isu tersebut berkembang luas di kalangan ASN maupun masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan penelusuran dari sejumlah sumber yang ditemui secara terpisah, muncul dugaan adanya mekanisme tertentu dalam proses pengisian jabatan struktural hingga kepala sekolah.
Baca Juga: Polres Tapteng Panen Raya Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan
Salah satu sumber menyebut adanya permintaan sejumlah uang sebagai bentuk “komitmen awal” sebelum proses berjalan.
“Ada istilah uang muka atau down payment. Itu semacam komitmen awal sebelum proses berjalan,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tak hanya terkait jabatan, nama Haji S juga dikaitkan dengan dugaan keterlibatan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.
Baca Juga: Mahalini Diserang Netizen Gara-Gara Artikulasi Lagu Baru, Singgung Soal “Indo-English”
Beberapa pihak menduga ada peran tertentu dalam menentukan rekanan maupun pemenang proyek pemerintah.
Namun hingga kini, dugaan tersebut belum disertai dokumen resmi atau bukti administratif yang dapat menguatkan adanya pelanggaran hukum.
Penelusuran juga mengungkap Haji S disebut memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh politik lokal.
Dari informasi yang dihimpun, Haji S diketahui pernah menjadi bagian dari tim sukses pasangan Maya-Jamri pada Pilkada Labuhanbatu.
Baca Juga: Masinton Pasaribu Bongkar Penyebab Bencana Tapteng, Soroti Sawit dan Alih Fungsi Hutan
Meski demikian, isu dugaan pengaruh terhadap jabatan dan proyek disebut terus berkembang di internal birokrasi dan masyarakat.
Sejumlah pihak bahkan mengaku masih menunggu realisasi dari proses yang diyakini sedang berjalan.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (29/04/2026), Haji S membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya.
Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam praktik jual beli jabatan maupun pengaturan proyek di lingkungan pemerintahan.
Baca Juga: Ikan Nila RI Tembus Pasar Eropa dan AS, KKP Sebut Zero Penolakan Ekspor
“Itu tidak benar. Saya tidak pernah ikut campur urusan jabatan atau proyek. Kalau saya pernah jadi tim sukses Maya-Jamri, itu benar, tapi tidak lebih dari itu,” ujar Haji S.
Ia juga mengaku memang pernah didatangi sejumlah pihak yang meminta bantuan terkait jabatan. Namun menurutnya, permintaan tersebut tidak pernah ditanggapi.
“Kalau ada yang datang minta tolong soal jabatan, tidak pernah saya tanggapi. Kalau memang ada tuduhan, silakan dibuktikan,” katanya.
Baca Juga: Sindikat Ekstasi di Siantar Digulung, Pil Disimpan di Bungkus Kacang dan Rokok
Haji S menegaskan dirinya bukan pejabat pemerintahan dan tidak memiliki kewenangan dalam proses pengambilan keputusan birokrasi.
“Saya ini bukan pejabat, hanya petani. Saya juga heran kenapa ada tuduhan seperti ini,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Labuhanbatu terkait isu yang berkembang tersebut. (bud)