SIMALUNGUN, METRODAILY – Warga Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, digegerkan dengan penemuan jasad seorang ibu rumah tangga (IRT), Sarpina Saragih (44), yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terduduk di kursi di rumahnya, Kamis (14/5).
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah mulai membusuk. Polisi menduga korban telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan warga.
Penemuan jasad Sarpina bermula dari rasa curiga tetangganya sekaligus sahabat dekat korban, Asniroya Saragih (55), karena korban tidak terlihat selama dua hari berturut-turut tanpa kabar.
Baca Juga: Ribuan Umat Buddha Keliling Kota Siantar Saat Ritual Pradaksina Waisak
Padahal, menurut Asniroya, korban hampir setiap malam datang berkunjung ke rumahnya sekitar pukul 19.00 WIB dan biasanya pulang sekitar pukul 22.00 WIB.
“Biasanya kalau tidak datang, dia selalu pamit. Karena beberapa hari tidak kelihatan dan tidak permisi, saya suruh suami saya pergi mengecek kondisinya,” ujar Asniroya.
Suami Asniroya, Maruli Purba (60), kemudian mendatangi rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya. Saat tiba di lokasi, lampu rumah dan teras masih menyala.
Baca Juga: Ashanti Sandang Gelar Doktor, Disertasinya soal Adaptasi Penyanyi Senior di Era Digital
Maruli sempat memanggil nama korban berulang kali, namun tidak ada jawaban dari dalam rumah. Ia lalu mengintip melalui jendela kaca depan yang tidak tertutup tirai.
Dari celah jendela itu, Maruli melihat korban dalam posisi duduk di kursi dan tidak bergerak. Ia pun langsung memanggil warga sekitar.
Warga kemudian berdatangan ke rumah korban. Namun seluruh pintu rumah terkunci dari dalam. Salah seorang warga bernama Mulia Susiratno akhirnya menemukan celah di pintu samping rumah dan berhasil masuk untuk membuka pintu utama.
Baca Juga: Bawa Ganja 2 Ball di Padangsidimpuan, 2 Pria Dicegat 1 Berhasil Kabur
Setelah pintu terbuka, warga melihat korban masih dalam posisi duduk di bangku plastik dengan kondisi tubuh mulai membusuk. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke aparat nagori dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Personel Polsek Gunung Malela dipimpin Ipda B. Situngkir bersama sejumlah anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tim Inafis dari Polres Simalungun juga diterjunkan guna melakukan identifikasi dan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Renovasi Tuntas, Jembatan Merah Putih di Sei Merbau Tanjungbalai Diserahkan Kepada Warga
“Tim INAFIS kami bekerja cermat dan sistematis di lokasi. Setiap detail TKP diidentifikasi dengan teliti untuk memastikan penyebab kematian korban dapat diketahui secara ilmiah dan akuntabel,” ujar Kasi Humas Polres Simalungun Verry Purba.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih untuk menjalani visum luar oleh tim dokter yang dipimpin dr Joko Arianto MKed (For) SpFM.
Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya, yakni hipertensi.
Baca Juga: Bawa 900 Liter Solar Subsidi, 1 Pria Diamankan Polres Tapsel di Halongonan Timur
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ada indikasi kekerasan. Korban diduga meninggal akibat sakit. Situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Verry.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi tetangga, terutama warga yang tinggal sendirian, guna mencegah kejadian serupa terjadi tanpa diketahui. (rel)