PANDAN, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat sektor unggulan daerah sekaligus mendorong revitalisasi Situs Bongal di Kecamatan Badiri.
Langkah strategis itu dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat Bappeda Tapanuli Tengah, Senin (11/5/2026).
Rapat dibuka Pelaksana Harian Kepala Bappeda Tapteng melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Muhammad Idris Siregar.
Turut hadir jajaran peneliti BRIN, Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Tengah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Idris menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga riset nasional guna memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, rapat tersebut fokus mematangkan kajian bertajuk Pengembangan Sektor Unggulan Daerah dalam Upaya Penurunan Tingkat Pengangguran di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kami meminta seluruh pihak untuk serius dalam proses penelitian ini. Data dan hasil kajian ini nantinya akan menjadi fondasi kebijakan kita dalam menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujar Idris.
Selain membahas penguatan ekonomi, revitalisasi Situs Bongal Sijago-jago di Kecamatan Badiri juga menjadi perhatian utama dalam rakor tersebut.
Dalam pertemuan itu turut dibahas rencana pendampingan kunjungan lapangan ke lokasi calon Kawasan Stasiun Lapangan Bongal.
Pelaksana Tugas Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Muhamad Amin, mengatakan pihaknya hadir untuk memastikan pelestarian Situs Bongal sebagai aset sejarah penting di Tapanuli Tengah.
“Kami datang terkait urgensi pelestarian Situs Bongal. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terkait situasi dan pengamanan di lapangan agar fungsi riset dan edukasi situs ini dapat berjalan optimal,” katanya.
Ia juga mendorong percepatan penyusunan nota kesepahaman antara BRIN dan Pemkab Tapteng terkait pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di kawasan tersebut.
Menurut Amin, kajian kolaboratif itu akan difokuskan pada empat sektor utama yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Empat sektor tersebut meliputi pertanian, kelautan, koperasi, dan UMKM.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat basis ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian warisan sejarah Situs Bongal sebagai pusat riset dan edukasi di Sumatera Utara. (rel)
Editor : Editor Satu