JAKARTA, METRODAILY – PT TASPEN (Persero) mengimbau seluruh peserta, Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif, serta pensiunan ASN untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan penyebaran berita hoaks yang mengatasnamakan TASPEN.
Seiring perkembangan teknologi digital, modus kejahatan siber kini semakin beragam. Pelaku kerap memanfaatkan telepon, SMS, WhatsApp, media sosial, email, hingga tautan dan aplikasi palsu untuk menipu masyarakat.
Oknum tidak bertanggung jawab biasanya menawarkan berbagai layanan palsu seperti pencairan dana, percepatan klaim, pembaruan data peserta, kenaikan manfaat pensiun, bantuan sosial, hadiah undian, hingga permintaan transfer uang dengan mencatut nama TASPEN maupun instansi pemerintah lainnya.
Baca Juga: Mbappe Disebut Capek Jadi Kambing Hitam Musim Nirgelar
TASPEN menegaskan masyarakat jangan mudah percaya terhadap informasi yang diterima tanpa melakukan verifikasi melalui kanal resmi.
Peserta juga diminta menjaga kerahasiaan data pribadi dan data keuangan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor peserta, nomor rekening, PIN, password, hingga kode OTP.
“TASPEN tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon, pesan pribadi, media sosial, ataupun tautan tidak resmi,” demikian imbauan yang disampaikan perusahaan.
Baca Juga: Warga Desak Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Sabu di Simpang PKS Ajamu
Masyarakat juga diminta tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh aplikasi dari pihak tidak dikenal karena berpotensi membahayakan keamanan data pribadi dan membuka peluang penyalahgunaan informasi.
TASPEN menegaskan seluruh layanan dan informasi resmi hanya disampaikan melalui kantor cabang resmi, media sosial resmi perusahaan, serta kanal komunikasi resmi PT TASPEN (Persero).
Selain penipuan digital, penyebaran berita hoaks juga menjadi perhatian serius. Informasi palsu yang belum terverifikasi dinilai dapat memicu keresahan dan kerugian di tengah masyarakat, khususnya ASN dan pensiunan.
Baca Juga: Truk Terbalik Timpa Sepedamotor di Labura
Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang sumbernya tidak jelas.
Peserta diimbau selalu memeriksa keaslian akun, situs, maupun sumber berita serta melakukan konfirmasi melalui kanal resmi TASPEN jika menerima informasi mencurigakan.
Apabila menemukan indikasi penipuan, akun palsu, permintaan data mencurigakan, maupun berita hoaks yang mengatasnamakan TASPEN, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang atau layanan resmi TASPEN agar segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: TASPEN Siantar Edukasi ASN soal Perlindungan Jaminan Sosial dan Literasi Keuangan
TASPEN juga mengajak masyarakat menerapkan semangat:
#TahanPastikanLaporkan
- Tahan diri untuk tidak langsung percaya terhadap informasi mencurigakan.
- Pastikan kebenaran informasi hanya melalui sumber resmi TASPEN.
- Laporkan segala bentuk penipuan, akun palsu, maupun berita hoaks yang mengatasnamakan TASPEN.
Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi data pribadi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan terpercaya. (rel)
Editor : Editor Satu